Menteri Kominfo Mengaku Sudah Lama Tahu soal Aktivitas Saracen

Kompas.com - 27/08/2017, 20:37 WIB
Menkominfo Rudiantara mengumumkan pembaruan layanan pengaduan konten negatif yang bisa dipantau, Selasa (15/8/2017) di Lapangan Anantakupa, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara mengumumkan pembaruan layanan pengaduan konten negatif yang bisa dipantau, Selasa (15/8/2017) di Lapangan Anantakupa, Jakarta.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan, pihaknya telah lama mengetahui aktivitas yang dilakukan kelompok penyebar hoaks, Saracen. Bekerja sama dengan polisi, Kominfo berusaha melacak satu persatu kelompok tersebut.

Ketika melakukan pelacakan, pihaknya menemukan akun-akun di media sosial yang disinyalir sebagai akun yang digunakan oleh kelompok Saracen untuk menyebar hoaks. Namun, saat berusaha menelusuri sumbernya, akun tersebut menghilang. Selanjutnya, muncul akun baru yang berkarakteristik seperti akun sebelumnya.

"Kami sudah agak lama mengetahuinya tapi kan ini akunnya selalu berpindah- pindah, jadi juga harus betul-betul didalami oleh penegak hukum dan Kominfo. Kalau harus di- take down akunnya, tapi kan ini seperti hit and run, di-take down akunnya di sini muncul di tempat lain," ujar Rudiantara di Jakarta Pusat, Minggu (27/8/2017).

Rudiantara melanjutkan, kesulitan lainnya untuk mengungkap kelompok ini, adalah saat mereka membajak akun lain dan menyebar hoaks atas nama akun tersebut.


Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan para anggota kelompok tersebut.

Baca juga: Jokowi: Saracen Mengerikan, Saya Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

Terkait dugaan masih adanya kelompok-kelompok yang serupa, Rudiantara enggan berspekulasi. "Kalau itu sudah masuk ke penegak hukum, nanti tanya ke teman-teman polisi. Tapi yang pasti kepolisian dan Kominfo sama-sama terus, karena yang mengelola platformnya adalah Kominfo," ujar Rudiantara.

Polisi mengungkap keberadaan kelompok Saracen yang menebar ujaran kebencian dan hoaks berbau SARA berdasarkan pesanan. Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata karena alasan ekonomi.

Media-media yang mereka miliki, baik akun Facebook maupun situs, akan mengunggah berita atau konten hoaks tergantung pesanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Helmy Yahya, Karyawan TVRI Dapat Tunjangan Kinerja Saat Dipimpinnya

Kata Helmy Yahya, Karyawan TVRI Dapat Tunjangan Kinerja Saat Dipimpinnya

Nasional
SKT FPI Tak Terbit, Kemendagri Sebut karena Tak Sesuai Asas Pancasila

SKT FPI Tak Terbit, Kemendagri Sebut karena Tak Sesuai Asas Pancasila

Nasional
Tak Ingin Ketum PAN Dipilih Aklamasi, Asman Abnur Tegaskan Akan Berjuang

Tak Ingin Ketum PAN Dipilih Aklamasi, Asman Abnur Tegaskan Akan Berjuang

Nasional
Jokowi Putuskan soal Subsidi Elpiji 3 Kg Setelah Dapat Laporan dari Menteri

Jokowi Putuskan soal Subsidi Elpiji 3 Kg Setelah Dapat Laporan dari Menteri

Nasional
Temui Wapres, Khofifah Minta Dukungan Pembangunan Indonesia Islamic Science Park

Temui Wapres, Khofifah Minta Dukungan Pembangunan Indonesia Islamic Science Park

Nasional
KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bengkalis

KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bengkalis

Nasional
Helmy Yahya Akui Pembelian Hak Siar Liga Inggris di TVRI Tak Dianggarkan

Helmy Yahya Akui Pembelian Hak Siar Liga Inggris di TVRI Tak Dianggarkan

Nasional
Helmy Yahya Donasikan Kuis 'Siapa Berani' ke TVRI

Helmy Yahya Donasikan Kuis "Siapa Berani" ke TVRI

Nasional
Tak Mau Disamakan dengan Keraton Agung Sejagat, Keraton di Sukoharjo Beri Penjelasan

Tak Mau Disamakan dengan Keraton Agung Sejagat, Keraton di Sukoharjo Beri Penjelasan

Nasional
Jadi Caketum PAN, Asman Abnur: Banyak Program Saya yang Diapresiasi Saat Jadi Menteri

Jadi Caketum PAN, Asman Abnur: Banyak Program Saya yang Diapresiasi Saat Jadi Menteri

Nasional
Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Lawan KPK, Ini Respons Jokowi

Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Lawan KPK, Ini Respons Jokowi

Nasional
Amnesty International Khawatir Jaksa Agung Giring Penuntasan Kasus Semanggi I dan II secara Non-Yudisial

Amnesty International Khawatir Jaksa Agung Giring Penuntasan Kasus Semanggi I dan II secara Non-Yudisial

Nasional
Semua Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki Seragam dan KTA

Semua Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki Seragam dan KTA

Nasional
Anggap Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM, Jaksa Agung Dinilai Lari dari Tanggung Jawab

Anggap Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM, Jaksa Agung Dinilai Lari dari Tanggung Jawab

Nasional
Tak Mampu Selesaikan Tragedi Semanggi, Jaksa Agung Dianggap Cari Jalan Tengah

Tak Mampu Selesaikan Tragedi Semanggi, Jaksa Agung Dianggap Cari Jalan Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X