Tentukan Tersangka Lain Kasus Beras PT IBU, Polisi Akan Gelar Perkara

Kompas.com - 25/08/2017, 12:38 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara terkait pengembangan kasus dugaan kecurangan produksi beras oleh PT Indo Beras Unggul (IBU) pada Jumat (25/8/2017).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, dalam gelar perkara tersebut akan ditentukan tersangka baru.

"Hari ini akan gelar perkara untuk tetapkan tersangka baru," ujar Agung di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Polisi sebelumnya telah menetapkan Direktur Utama PT IBU Trisnawan Widodo sebagai tersangka. Dia dianggap bertanggung jawab atas sejumlah kecurangan PT IBU yang dianggap menyesatkan kosumen.


Namun, Agung enggan menyebut terlebih dahulu siapa tersangkanya.

"Nanti saja setelah gelar (perkara)," kata Agung.

Berdasarkan informasi yang didapat, orang yang dimaksud telah beberapa kali dipanggil penyidik. Namun, yang bersangkutan selalu mangkir dari pemeriksaan dan dinilai tidak kooperatif.

(Baca juga: Perkara Kemasan Beras Seret Bos PT IBU Jadi Tersangka)

Penyidik mengembangkan perkara setelah menerima aduan dari retail Indomaret soal adanya pelanggaran kontrak dengan PT IBU.

Dalam kontrak, disebutkan bahwa mutu beras yang dipasok harus nomor dua. Sementara varietasnya ditentukan adalah beras Rojolele.

Namun, faktanya kualitas beras yang dipasok PT IBU ke retail tersebut di bawah standar. Beras itu tetap dikemas dengan tulisan Rojolele, namun isinya bukan dari varietas tersebut.

"Kami akan jerat pasal penipuan. Korbannya tidak sakit, tapi ini terkait kualitas. Dalam undang-undang pangan dan perlindungan konsumen, apa yang dinyatakan dalam kemasan adalah janji produk. Kita tidak boleh bohongi itu," kata Agung.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBayu Galih
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X