Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Habis Cakap First Travel, Lupa Menabung Haji

Kompas.com - 23/08/2017, 14:42 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAna Shofiana Syatiri

WARTAWAN senior pendiri harian Indonesia Raya, Mochtar Lubis, boleh jadi tak menyangka jika orasi kebudayaannya pada 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, menjadi salah satu manuskrip permanen (scripta manent).

Puluhan tahun dari itu, sekiranya jika kita berkaca dari kasus First Travel, tetap relevan salah satu ciri khas manusia Indonesia dalam orasi tersebut: cenderung kurang sabar, tukang menggerutu, cepat dengki, tidak hemat, lebih suka tidak bekerja keras kecuali terpaksa.

Maka, betapa hedonistiknya suami-istri pemilik biro umrah berkasus, First Travel, hingga syak-prasangka uang jemaah jadi sumber biaya ikut pameran adibusana di banyak negara, kiranya terus menjadi trending topic khususnya pada warganet dan atau percakapan luring.

Tak habis kata kalimat laku bincang tadi, termasuk analisis tiada berkesudahan, sesungguhnya bisa menjadi perangkap kita semua; Min sharril was wasil khanna's, sebuah kejahatan bisikan (syaitan) yang biasa bersembunyi, sehingga kita lupa mereguk hikmah.

Tajassus (mencari-cari salah), gibah (bergunjing), dan namimah (mengadu domba) akhirnya menjadi bagian yang lebih sering muncul kini jika mendengar nama First Travel, seraya kita melupakan mengaitkannya dengan mengambil hikmah peristiwa (ibroh).

Baca: First Travel dan Skema Ponzi

Maka itu, pada momentum emas awal Dzulhijjah sekaligus mendekati prosesi puncak ibadah haji tahun ini, marilah kita bersama menangguk hikmah bijaksana dari kasus umrah tersebut dengan sedikitnya merancang tiga sikap.

Pertama, malu-lah mereka Muslim yang berkecukupan, sangat mampu membayar haji apalagi umrah, namun harta berkecukupan di tangannya itu hanya untuk dirinya sendiri dan keluarga demi mengejar ambisisi duniawi tak berkesudahan.

Banyaknya hingga puluhan ribu jemaah yang sudah membayar ke First Travel, bahkan untuk seluruh anggota keluarganya (sekalipun tak kunjung pergi), jelas mengisyaratkan pengorbanan dan tekad kuat beribadah di jalan-Nya tanpa satu anggota keluarga pun ketinggalan.

Dengan sifat dunia yang danaa (dekat), betul bahwa seluruhnya berproses serba cepat tak terasa. Yang tadinya segar bugar gagah, seperti banyak kita saksikan, tanpa terasa sudah setengah abad dengan raga fisik tak lagi kuat.

Pun, demikian pula titipan harta. Sebagai sebuah amanah, sifat danaa membuatnya bisa berlimpah terus meruah tiap detik dan atau malah sama sekali miskin tak bersisa tergantung bagaimana kita mengelola kepercayaan Allah SWT.

Baca: Modus First Travel, dari Umrah Murah hingga Minta Endorse Artis

Maka, seraplah spirit berlomba-lomba meng-umrah-kan keluarga First Travel tersebut, yaitu dengan memulai membuka tabungan haji bagi siapapun yang merasa telah berkecukupan seraya menekan seluruh keinginan duniawi yang melenakan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Pembunuhan Brigadir J, 6 Polisi Diamankan di Mako Brimob, 6 di Mabes Polri

Buntut Pembunuhan Brigadir J, 6 Polisi Diamankan di Mako Brimob, 6 di Mabes Polri

Nasional
Letjen Maruli Simanjuntak Lepas 450 Prajurit “Pasukan Tengkorak” Kostrad ke Papua

Letjen Maruli Simanjuntak Lepas 450 Prajurit “Pasukan Tengkorak” Kostrad ke Papua

Nasional
UPDATE 11 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,63 Persen, Booster 24,81 Persen

UPDATE 11 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,63 Persen, Booster 24,81 Persen

Nasional
KPK Akan Cek Perkembangan Kasus TPPU Setya Novanto di Polri

KPK Akan Cek Perkembangan Kasus TPPU Setya Novanto di Polri

Nasional
Timsus Bersyukur Ferdy Sambo Mau Ungkap Motif Bunuh Brigadir J

Timsus Bersyukur Ferdy Sambo Mau Ungkap Motif Bunuh Brigadir J

Nasional
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen

Nasional
Kasus Brigadir J, Penyidik Polda Metro Jaya Berpangkat AKBP Diamankan di Mako Brimob

Kasus Brigadir J, Penyidik Polda Metro Jaya Berpangkat AKBP Diamankan di Mako Brimob

Nasional
Irjen Ferdy Sambo Akui Rencanakan Pembunuhan Brigadir J

Irjen Ferdy Sambo Akui Rencanakan Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Wakil Ketua KPK: KPK Tak Harus Tangani Korupsi Besar

Wakil Ketua KPK: KPK Tak Harus Tangani Korupsi Besar

Nasional
Menurut Komnas HAM, Penyidik Berhak Tak Gamblang Ungkap Motif Sambo Bunuh Brigadir J

Menurut Komnas HAM, Penyidik Berhak Tak Gamblang Ungkap Motif Sambo Bunuh Brigadir J

Nasional
Polisi: Motif Sambo Bunuh Brigadir J karena Martabatnya Terluka Baru Pengakuan di BAP

Polisi: Motif Sambo Bunuh Brigadir J karena Martabatnya Terluka Baru Pengakuan di BAP

Nasional
Surya Darmadi Dicegah ke Luar Negeri, Upaya Temukan Tersangka Korupsi Rp 78 T

Surya Darmadi Dicegah ke Luar Negeri, Upaya Temukan Tersangka Korupsi Rp 78 T

Nasional
Kapolri Resmi Bubarkan Satgassus Polri

Kapolri Resmi Bubarkan Satgassus Polri

Nasional
Mendes Sebut 5 Provinsi Sudah Tak Miliki Desa Tertinggal

Mendes Sebut 5 Provinsi Sudah Tak Miliki Desa Tertinggal

Nasional
Motif Sambo Bunuh Brigadir J: Marah dan Emosi Martabat Keluarganya Dilukai

Motif Sambo Bunuh Brigadir J: Marah dan Emosi Martabat Keluarganya Dilukai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.