Petinggi PT Wika Mengaku Diarahkan PT DGI dalam Lelang Proyek Wisma Atlet

Kompas.com - 23/08/2017, 13:40 WIB
Para petinggi perusahaan kontraktor bersaksi untuk terdakwa mantan Dirut PT DGI Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/8/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPara petinggi perusahaan kontraktor bersaksi untuk terdakwa mantan Dirut PT DGI Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/8/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu petinggi PT Wijaya Karya (Wika) Kusmulyana, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI), Dudung Purwadi.

Dalam persidangan, Mulyana mengakui bahwa PT Wika pernah diarahkan oleh PT DGI dalam proyek pembangunan wisma atlet di Provinsi Sumatera Selatan pada 2010-2011.

Menurut Mulyana, ia pernah didatangi Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, Mohammad El Idris. Saat itu, El Idris meminta agar PT Wika mengikuti lelang proyek wisma atlet.

"Pak El Idris minta dukungan. Dia didukung pihak yang mempunyai kekuatan untuk keputusan untuk memenangkan pihak tertentu," ujar Mulyana kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(Baca: Mantan Dirut PT DGI Didakwa Rugikan Negara Rp 54 Miliar dalam Proyek Wisma Atlet)

Menurut Mulyana, PT Wika diminta untuk mengikuti proses tender dan mengikuti proses prakualifikasi.

Meski demikian, PT Wika hanya diminta untuk menjadi perusahaan pendamping. Sementara, pemenang lelang sudah ditentukan sejak awal, yakni dimenangkan oleh PT DGI.

Dalam proses lelang, dokumen penawaran yang diserahkan PT Wika, ternyata telah disesuaikan dengan dokumen yang dibuat oleh PT DGI. Dengan demikian, dokumen penawaran PT Wika hanya sekadar formalitas.

Menurut Mulyana, El Idris dan PT DGI didukung oleh kekuatan besar yang salah satunya adalah Muhammad Nazaruddin.

"Nama di belakang Pak Idris sangat punya pengaruh. Nama Bu Rosa dan Pak Nazaruddin," kata Mulyana.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X