Kompas.com - 21/08/2017, 14:07 WIB
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Johannes Marliem yang selama ini disebut sebagai saksi kunci dalam kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) yang meninggal dunia beberapa waktu lalu, punya kelompok yang ingin merampok uang negara.

"Kita mendengar berita duka kematian Johannes Marliem. Dia (Johannes Marliem) ternyata mempunyai kelompok mau merampok bangsa ini, merampok keuangan negara ini," kata Kalla saat meresmikan pembukaan Indonesian Diaspora Global Summit 2017 di hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Karena itu, Kalla mengimbau para diaspora tidak mengikuti jejak pria yang meninggal dunia lantaran diduga bunuh diri di Amerika Serikat tersebut.

"Nah itu jangan diikuti seperti itu. Diaspora yang tidak seharusnya, berkomplot untuk merampok kekayaan negara dengan ilmunya. Ah bahaya itu," kata Kalla.

(Baca juga: Jusuf Kalla: Kesaksian Johannes Marliem Penting, tetapi Masih Banyak Saksi Lain)

Kalla pun ingin para diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru dunia, memberikan sumbangsih kepada negara hal-hal yang positif membangun bangsa.

"Kita ingin dengan ilmu Anda (diaspora) membangun bangsa ini sebaik-baiknya," ujar Kalla.

Sebelumnya, Kalla mengatakan bahwa diaspora punya peran penting dalam membangun bangsa dengan mengutip pernyataan Presiden ke-35 Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy.

"Jangan menanyakan apa yang negara sumbangkan kepada kita. Tapi apa yang kita sumbangkan kepada negara. Saya kira itulah juga makna yang besar dalam pertemuan ini," kata Kalla.

(Baca: Wapres Kalla Ingatkan Pentingnya Peran Diaspora dalam Bangun Indonesia)

Menurut Kalla, Banyak negara besar di dunia pun bekerja sama dengan diaspora. Di India misalnya, diaspora punya peran yang sangat besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.  

Karena itu, Kalla ingin semua diaspora Indonesia di berbagai penjuru dunia bersatu di tengah perbedaan suku, ras dan bahasa, bekerja bersama-sama membangun negara yang lebih baik ke depannya.

"Semua sepakat bahwa kita bangsa yang besar, bangsa yang besar harus meraih cita-citanya dengan bekerja keras dan bersatu. Dengan kebinekaan kita, berbeda-beda suku, bangsa, bahasa dan itulah kekuatan kita," tutur Kalla.

Kompas TV Apa Peran Johannes Marliem di Kasus E-KTP?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 2 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 2 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Komnas HAM Sebut Hasil PCR Konfirmasi Rombongan Brigadir J Tes di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

Komnas HAM Sebut Hasil PCR Konfirmasi Rombongan Brigadir J Tes di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

Nasional
Yasonna Minta Balitbang Kumham Siapkan Transformasi Jadi Badan Strategi Kebijakan

Yasonna Minta Balitbang Kumham Siapkan Transformasi Jadi Badan Strategi Kebijakan

Nasional
DPR Minta Pemerintah Bikin Terobosan Terkait 'Awardee' LPDP yang Enggan Pulang

DPR Minta Pemerintah Bikin Terobosan Terkait "Awardee" LPDP yang Enggan Pulang

Nasional
Canda Jokowi Enaknya Punya Wapres Kiai Saat Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Canda Jokowi Enaknya Punya Wapres Kiai Saat Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Nasional
Jokowi Sebut Kemungkinan 800 Juta Orang Akan Kelaparan karena Krisis Pangan

Jokowi Sebut Kemungkinan 800 Juta Orang Akan Kelaparan karena Krisis Pangan

Nasional
Kasus Brigadir J, Komnas HAM Panggil Puslabfor Polri Hari Rabu

Kasus Brigadir J, Komnas HAM Panggil Puslabfor Polri Hari Rabu

Nasional
Jokowi: Mari Berdoa Bersama agar Negara Kita Dilimpahi Energi dan Pangan

Jokowi: Mari Berdoa Bersama agar Negara Kita Dilimpahi Energi dan Pangan

Nasional
Jokowi: Subsidi BBM Kita Sudah Rp 502 Triliun, Negara Mana Pun Tak Kuat...

Jokowi: Subsidi BBM Kita Sudah Rp 502 Triliun, Negara Mana Pun Tak Kuat...

Nasional
HUT RI ke-77, Pemerintah Gelar Hari Belanja Diskon Indonesia

HUT RI ke-77, Pemerintah Gelar Hari Belanja Diskon Indonesia

Nasional
Ajak Umat Islam Bersyukur, Wapres: Banyak Nikmat Allah Berikan, Utamanya Kemerdekaan

Ajak Umat Islam Bersyukur, Wapres: Banyak Nikmat Allah Berikan, Utamanya Kemerdekaan

Nasional
KSAD Minta Renovasi Barak Taruna Akademi Militer Dipercepat

KSAD Minta Renovasi Barak Taruna Akademi Militer Dipercepat

Nasional
Kompak Bersarung, Jokowi-Ma'ruf Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Halaman Istana

Kompak Bersarung, Jokowi-Ma'ruf Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Halaman Istana

Nasional
Pemerintah Bakal Buka 86.000 Lahan Baru Jagung di 6 Provinsi

Pemerintah Bakal Buka 86.000 Lahan Baru Jagung di 6 Provinsi

Nasional
Eks Pejabat Adhi Karya Dituntut 4 Tahun, Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan

Eks Pejabat Adhi Karya Dituntut 4 Tahun, Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.