Pagi Ini, Pemerintah Bagikan 7.500 Sertifikat Tanah ke Masyarakat

Kompas.com - 20/08/2017, 09:12 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil. Fachri FachrudinMenteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah pada pagi hari ini Minggu (20/8/2017) melakukan Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional Se-Jabodetabek.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, pada hari ini pemerintah menyerahkan sekitar 7.500 sertifikat tanah kepada warga masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Hari ini dibagikan 7.500 sertifikat. Diberikan kepada masyarakat di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi. Seluruh tanah akan kita sertifikatkan. Semua masyarakat. DKI juga kita berikan," kata Sofyan ditemui Kompas.com di lokasi penyerahan.

Penyerahan sertifikat secara simbolis rencananya akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo. Selain kepada masyarakat, pemerintah juga menyerahkan sertifikat kepada Pemprov DKI Jakarta di antaranya sertifikat Balai Kota, Taman BMW, dan Monumen Nasional.

Pada tahun ini saja, pemerintah menargetkan akan menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 5 juta sertifikat. "Itu akan dibagikan terus ke semua daerah," ucap Sofyan.

Baca juga: Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Taman BMW untuk Pemprov DKI

Sertifikat yang sudah dibagikan kepada masyarakat hingga saat ini sudah mencapai 1,5 juta. Sofyan menambahkan, dalam kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah, Presiden juga sering melakukan pembagian sertifikat.

"Seluruh tanah, tiap jengkal kita berikan sertifikat tanah biar jelas kepastian hukumnya," sebutnya.

Dalam sambutannya, Sofyan menjelaskan manfaat sertifikasi tanah diantaranya untuk menghindari konflik agraria, membuat aset masyarakat bisa dijadikan jaminan bank, serta menghindarkan masyarakat pada jeratan rentenir.

"Kalau perlu pinjaman modal, dengan sertifikat ini berbagai bank bisa memberikan kredit. Dan sekarang pemerintah sudah memiliki KUR," kata Sofyan.

Meski demikian dia mengingatkan masyarakat untuk melakukan prinsip kehati-hatian dalam menarik pinjaman dari bank.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Tunggal Kapolri...

Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Tunggal Kapolri...

Nasional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

Nasional
Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

Nasional
7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

Nasional
Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Nasional
Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

Nasional
Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

Nasional
Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

Nasional
Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

Nasional
Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

Nasional
BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

Nasional
UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

Nasional
UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X