Jokowi Ternyata Sempat Bisik-bisik ke Anggota Paskibraka Saat Upacara

Kompas.com - 18/08/2017, 18:15 WIB
Presiden Joko widodo menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Anggota Paskibraka Perwakilan dari Jawa Timur Fariza Putri S untuk dikibarkan dalam  Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT)
17-08-2017 KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPresiden Joko widodo menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Anggota Paskibraka Perwakilan dari Jawa Timur Fariza Putri S untuk dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT) 17-08-2017
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ternyata sempat bisik-bisik ke salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di tengah prosesi upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 RI di Istana Merdeka, Kamis (17/8/2017).

Namun, tak ada yang mengetahui peristiwa tersebut karena Jokowi berbisik dengan sangat pelan. Bagaimana ceritanya?

Jokowi menceritakan kejadian tersebut saat bersilaturahim dengan para Paskibraka HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Istana Negara, Jumat (18/7/2017) sore.

Jokowi mengatakan, saat upacara penurunan bendera ia terpaksa berbisik ke anggota Paskibraka yang bertugas membawa bendera, Ruth Cheline Eglesya Purba.

Presiden mengaku bingung, apakah ia hanya mengambil bendera Merah Putih dari Ruth, atau bendera beserta bakinya.

"Saya bisik-bisik ke Ruth saat itu, tapi enggak ada yang dengar, kan? Ada yang dengar enggak?" kata Jokowi.

"'Ruth, ini ngambilnya bendera apa dengan bakinya?' Saya inget-inget, ingatnya dengan baki kuningnya, sudah saya ambil tuh. Ruth bisik-bisik ke saya, 'Bapak, hanya benderanya saja.' Ya, saya ganti, sudah," tutur Jokowi disambut tawa Paskibraka yang hadir.

Jokowi mengakui, ia sempat bingung karena tidak melihat proses geladi bersih untuk upacara penurunan bendera. Jokowi hanya menyaksikan gladi resik untuk upacara penaikan bendera.

"Tapi enggak ada yang tahu, kan. Ada yang tahu? Kalau ada yang tahu, silakan maju. Enggak apa-apa kalau ada yang tahu, dengar. 'Pak, saya denger Pak'," kata Jokowi.

(Baca juga: Sukses Penurunan Bendera, Ini Kata Komandan dan Pembawa Baki Paskibraka)

Namun, tak ada satu pun anggota Paskibraka yang mengetahui momen tersebut. Jokowi pun bertanya ke Wapres Jusuf Kalla.

"Pak Wapres tahu? Enggak tahu? Pak Wapres yang dekat saya saja enggak tahu, masa yang lain ngomong tahu," kata Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan kepada Paskibraka untuk belajar dari kesalahannya.

"Ya, itulah perlunya geladi, secara latihan ini latihannya satu bulan kan. Latihan satu bulan, kemudian diulang-ulang, sampai saya lihat kemarin, ya Alhamdulillah berjalan dengan baik," ucap Jokowi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

Nasional
Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Nasional
Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Nasional
La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

Nasional
KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

Nasional
Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Nasional
Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Nasional
Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Nasional
Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Nasional
Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Nasional
Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Nasional
Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Nasional
UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

Nasional
 Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X