Hidup Itu Merdeka!

Kompas.com - 17/08/2017, 21:12 WIB
Sejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang kolosal di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017). Dalam perlombaan panjat pinang kolosal itu disiapkan 172 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah sekaligus memeriahkan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang kolosal di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017). Dalam perlombaan panjat pinang kolosal itu disiapkan 172 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah sekaligus memeriahkan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
EditorWisnu Nugroho

"SEKARANG tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah-air dalam genggaman tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya."

Begitu sebuah nukilan pidato Bung Karno pada peringatan kemerdekaan Indonesia, 72 tahun silam.

Pidato singkat itu dibacakan persis sebelum Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan kita.

Ratusan orang yang hadir pada momen luarbiasa tersebut, larut dalam gejolak perasaan tak terperi. Ratusan tahun berjuang akhirnya berbuah juga.

Jumat pagi itu, pejuang kemerdekaan--baik secara fisik maupun bangsawan pikiran, meletupkan energi besar yang sulit dibendung Belanda atau Jepang. Kita merdeka dengan tabularasa.

Sejujurnya, saya masih kesulitan mencerap suasana di Pegangsaan, dulu.

Tak hanya Bung Karno dan Bung Hatta yang diterjang lelah teramat sangat. Semua yang hadir kala itu, juga berada dalam kondisi yang sama.

Meski begitu, secara khidmat dan takzim yang tinggi, kemerdekaan kita tetap dikerek naik ke langit. Seiring lagu Indonesia Raya gubahan WR Supratman dikumandangkan, dan airmata peserta upacara pun berderaian.

Menjadi Bangsa Mandiri

Senarai memori dari tujuh dekade silam itu memang tinggal cerita dan telah jadi catatan sejarah belaka.

Tak semua kita sanggup menautkannya dengan kehidupan hari ini.

Lebih parahnya lagi, sedikit sekali dari kita yang sanggup menalar rentetan kejadian nun di hadapan buku sejarah kemerdekaan Indonesia itu.

Memang bukan kita yang tampil sebagai penentu bandul pendulum perjuangan Indonesia merdeka. Namun, di pundak kita lah kini, bakti pada negeri tercipta dititipkan. Lantas kita mau apa?

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, politisi senior PAN Amien Rais, hingga Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekatno, Rachmawati Soekarnoputri mengikuti upacara kemerdekaan di Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/8/2017).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, politisi senior PAN Amien Rais, hingga Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekatno, Rachmawati Soekarnoputri mengikuti upacara kemerdekaan di Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/8/2017).
Presiden sudah berganti tujuh kali. Kabinet dibongkar pasang tak kenal jeri. Kebijakan negara sudah dijalankan setengah abad lebih lamanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Program Kampung Tangguh Nusantara di Banten

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Program Kampung Tangguh Nusantara di Banten

Nasional
Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Nasional
Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Nasional
Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan 'Lampu Merah' dari Presiden Jokowi

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan "Lampu Merah" dari Presiden Jokowi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

Nasional
Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Nasional
Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Nasional
Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Nasional
Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Nasional
Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X