Sukses Penurunan Bendera, Ini Kata Komandan dan Pembawa Baki Paskibraka

Kompas.com - 17/08/2017, 20:33 WIB
Ruth Cheline Eglesya Purba, pembawa baki bendera merah putih dalam upacara penurunan bendera peringatan kemerdekaan RI di Istana Presiden, Kamis (17/8/2017). Fabian Januarius KuwadoRuth Cheline Eglesya Purba, pembawa baki bendera merah putih dalam upacara penurunan bendera peringatan kemerdekaan RI di Istana Presiden, Kamis (17/8/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Merah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) sukses melaksanakan upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan ke-72 RI di Istana Presiden, Kamis (17/8/2017) sore.

"Alhamdulilah semuanya berjalan dengan lancar. Baik cuaca, kondisi lingkungan dan adik-adik dari Paskibraka. Sesuai dengan apa yang diharapkan," ujar Komandan Tim Merah, Kapten Marinir Herwan Pratama, di Wisma Negara, Kamis sore, usai menunaikan tugasnya.

Menurut Herwan, kesuksesan itu tidak lepas dari tanggung jawab yang diemban oleh para personel Paskibraka. Mereka merupakan putra-putri perwakilan daerah di seluruh Indonesia.

Oleh sebab itu, semua personel mesti menampilkan performa yang optimal.

(Baca juga: Upacara Penurunan Bendera, Ini Formasi Paskibraka)

Adapun pembawa baki bendera Merah Putih, Ruth Cheline Eglesya Purba, juga berpendapat sama.

Meski sedikit gugup, namun latihan selama tiga pekan dan pembentukan mental oleh para pembina membuat dirinya fokus melaksanakan tugas.

"Pikirannya fokus kepada hitungan dan gerakan. Enggak ada pikiran lain. Sebab kalau pikiran bercabang-cabang, itu malah tidak fokus terhadap apa yang dilakukan," ujar dia.

Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Binjai, Sumatera Utara itu mendapatkan dukungan dari orangtua yang juga hadir dalam upacara.

"Tadi Papa kasih jempol. Itu saja," ujar Ruth.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X