Hadiri Peringatan HUT RI Demokrat, SBY Tampil dengan Kemeja Merah

Kompas.com - 17/08/2017, 15:49 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat tampil santai saat menghadiri HUT RI ke-72 Fraksi Partai Demokrat DPR RI di lapangan Puri Cikeas, Desa Nagrag, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKetua Umum Partai Demokrat tampil santai saat menghadiri HUT RI ke-72 Fraksi Partai Demokrat DPR RI di lapangan Puri Cikeas, Desa Nagrag, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017).
|
EditorBayu Galih

BOGOR, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tampil santai saat menghadiri HUT ke-72 RI yang diselenggarakan Fraksi Partai demokrat DPR RI di lapangan Puri Cikeas, Desa Nagrag, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017).

SBY tampak mengenakan kemeja berwarna merah terang dan dipadu dengan celana coklat muda. Sementara sang istri, Ani Yudhoyono, memakai kemeja kotak-kotak dirangkap dengan rompi berwarna biru.

Penampilan SBY berbeda dengan sejumlah petinggi Partai Demokrat yang mengenakan seragam berwarna putih-biru.

Begitu juga dengan putra keduanya yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas yang juga mengenakan pakaian putih-biru.

Selain upacara, Partai Demokrat juga menggelar bazar makanan dan berbagai macam perlombaan. SBY yang didampingi Ani Yudhoyono dan Ibas juga sempat menyaksikan final lomba voli.

Presiden keenam RI itu tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Sedangkan Ibas datang lima belas menit lebih awal.

Sebelumnya SBY menghadiri upacara peringatan kemerdekaan ke-72 RI di Istana Presiden, Kamis (17/8/2017) pagi.

Untuk pertama kali setelah lengser dari kursi presiden keenam RI, SBY menghadiri upacara detik-detik proklamasi di Istana Kepresidenan.

(Baca juga: Jokowi dan SBY "Cipika-cipiki", Tamu-tamu Istana Tepuk Tangan)

Sejak Joko Widodo menjabat sebagai Presiden, SBY tidak pernah hadir di Istana Kepresidenan saat peringatan kemerdekaan. SBY sebelumnya memilih merayakan kemerdekaan di kampung halamannya, Pacitan, Jawa Timur.

(Baca juga: Ibas: Kehadiran SBY di Istana Bukan Berarti Dukungan)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Nasional
Era 'New Normal', Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Era "New Normal", Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Nasional
UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Begitu Ada 'Imported Case' Covid-19, Citra Pariwisata Akan Buruk

Jokowi: Hati-hati, Begitu Ada "Imported Case" Covid-19, Citra Pariwisata Akan Buruk

Nasional
Kemendagri dan KPK Sepakat, Penyaluran Bansos Harus Berbasis NIK

Kemendagri dan KPK Sepakat, Penyaluran Bansos Harus Berbasis NIK

Nasional
Pariwisata Dibuka Lagi Saat New Normal, Bali Jadi Pertimbangan Pemerintah

Pariwisata Dibuka Lagi Saat New Normal, Bali Jadi Pertimbangan Pemerintah

Nasional
Pelaksanaan Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Dikritik, Ini Respons Komisi II DPR

Pelaksanaan Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Dikritik, Ini Respons Komisi II DPR

Nasional
Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Nasional
Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Nasional
KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

Nasional
Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Nasional
Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Nasional
KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

Nasional
Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X