KPK Minta Keterangan Novel dan Miryam soal Dugaan Pelanggaran Direktur Penyidikan

Kompas.com - 17/08/2017, 10:09 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di halaman Gedung KPK Jakarta, Kamis (17/8/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KPK Saut Situmorang di halaman Gedung KPK Jakarta, Kamis (17/8/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawas internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meminta keterangan Novel Baswedan dan Miryam S Haryani dalam pemeriksaan internal terhadap Direktur Penyidikan KPK.

"Iya semuanya (dimintai keterangan). Kalau kita mau menjelaskan sesuatu kan siapa mengetahui apa, sejauh apa peran seseorang, itu kan penting," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Saut mengatakan, pemeriksaan guna menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan Direktur Penyidikan KPK membutuhkan keterangan dari berbagai pihak. Hal itu untuk memastikan pembuktian terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan.

Menurut Saut, sejauh ini Direktur Penyidikan KPK telah membantah melakukan pelanggaran, seperti yang dikatakan oleh anggota DPR Miryam S Haryani kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Untuk memastikan keterangan itu benar atau tidak, tim pengawas internal sedang melakukan pemeriksaan.

(Baca: Kepada Novel, Miryam Sebut Ada Pejabat KPK yang Temui Komisi III DPR )

"Jadi, ketika orang membantah, kami akan cek sama yang lain. Kan itu makanya dalam satu kasus, kami akan panggil sampai banyak orang. Tujuannya supaya orang bicara yang benar, dikroscek, dibandingkan dengan yang lain," kata Saut.

Miryam S Haryani mengaku pernah diberitahu oleh seorang anggota Komisi III DPR, bahwa ada 7 orang dari unsur penyidik dan pegawai KPK yang menemui anggota Komisi III DPR. Salah satunya, diduga unsur pimpinan setingkat direktur di KPK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu diketahui saat jaksa KPK memutar video rekaman pemeriksaan Miryam. Rekaman diputar dalam persidangan kasus pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Miryam S Haryani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/8/2017).

Dalam video itu, Miryam sedang diperiksa oleh dua penyidik KPK, yakni Novel Baswedan dan Ambarita Damanik. Miryam saat itu menjadi saksi dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

(Baca: Masinton Anggap Miryam Bohong Saat Sebut 7 Pegawai KPK Temui Komisi III)

Dalam pemeriksaan itu, Miryam menceritakan kepada Novel, bahwa ada 7 orang dari unsur pegawai dan penyidik KPK yang memberitahu mengenai jadwal pemeriksaannya kepada anggota Komisi III DPR.

Menurut Miryam, selain penyidik dan pegawai KPK, ada juga pengacara.

Dalam video tersebut, Miryam mengatakan kepada Novel, "Pak boleh enggak saya ngomong? KPK itu independen atau gimana sih, kok kenyataannya enggak? Yang dilihat kami di anggota DPR, setiap anggota DPR punya masalah, dalam tanda kutip itu pasti langsung dipanggil oleh Komisi III".

Dalam video tersebut, Miryam sempat ditanyakan oleh Novel siapa pejabat KPK yang dimaksud. Namun, Miryam mengaku tidak kenal orang tersebut.

Namun, Miryam menunjukan sebuah catatan kepada Novel. Setelah membaca tulisan tersebut, Novel baru mengetahui bahwa pejabat KPK yang dimaksud adalah seorang direktur di bidang penyidikan KPK.

Menurut Miryam, dia diminta untuk menyerahkan uang Rp 2 miliar agar dapat diamankan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.