Kompas.com - 16/08/2017, 16:23 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan pernyataan soal hak angket KPK di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (2/5/2017) Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comKetua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan pernyataan soal hak angket KPK di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (2/5/2017)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem meminta rencana pembangunan gedung baru DPR ditunda.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, hal ini perlu dipertimbangkan karena adanya pandangan dan kritik dari masyarakat.

"Kalau Nasdem menunda dulu," kata Surya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Meski demikian, menurut dia, pembangunan gedung baru untuk anggota DPR memang diperlukan tetapi mencari momentum yang tepat.

Jika tak dibangun gedung baru, perlu dilakukan renovasi gedung karena kondisinya sudah tak layak.

Baca: DPR Lebih Baik Tingkatkan Kinerja Legislasi daripada Minta Gedung Baru

Hal itu dilakukan agar gap atau jarak pandangan antara masyarakat dan DPR tak semakin melebar.

"Salah untuk menolak. Memang kebutuhannya urgent," kata dia.

Sebelumnya, DPR mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun. Namun, hanya Rp 5,7 triliun yang masuk ke dalam pagu anggaran DPR Tahun 2015.

Angka ini naik sekitar Rp 1,4 triliun dari anggaran Tahun 2017, yakni Rp 4,2 triliun.

Penambahan anggaran dialokasikan salah satunya untuk merealisasikan pembangunan gedung baru DPR.

Proyek yang rencananya dimulai tahun 2018 itu akan menggunakan sistem anggaran tahun jamak (multiyears).

Kompas TV Di masa resesnya, para anggota dewan kembali menuai polemik di masyarakat dengan rencana pembangunan gedung baru yang kembali bergulir.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.