Kompas.com - 15/08/2017, 20:00 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama tak mau jika urusan ganti rugi terhadap calon jemaah umrah agen perjalanan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) dilimpahkan kepada pemerintah.

 

Tanggung jawab ganti rugi sepenuhnya kewajiban FIrst Travel.

"Tanggung jawab itu, jangan dilimpahkan kepada pemerintah," kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama, Mastuki, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/8/2017).

"Karena kewajiban itu, First Travel sendiri," ujar dia.

Menurut Mastuki, mengenai kemungkinan ganti rugi kepada calon jemaah melalui penyitaan aset, merupakan ranah proses hukum berikutnya atau pengadilan. 

"Dalam hal ini kemudian nanti setelah aset itu dibagi ya nanti prosesnya di pengadilan. Nanti kalau misalnya sampai pailit itu kan beda lagi nanti," ujar Mastuki.

Baca: Isi Rekening Bos First Travel yang Diblokir Hanya Sekitar Rp 1 Juta

Dalam SK pencabutan izin, kata Matsuki, First Travel diwajibkan untuk mengembalikan dan menjadwal ulang pemberangkatan. 

Namun, proses ini akan sulit mengingat pemilik agen sudah ditangkap dan asetnya disita.

"Jadi skemanya kita belum tahu bagaimana mengembalikannya kalau misalnya duitnya (First Travel) tidak ada," ujar dia.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Pembeli tergiur dan memesan paket umrah.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat.

Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Kepolisian telah menahan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut.

Kompas TV Namun penasihat hukum mereka menjamin tidak ada uang jemaah yang dipakai untuk membiayai kehidupan mewah kedua tersangka.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.