Kompas.com - 14/08/2017, 20:21 WIB
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti Saat Ditemui di Jakarta, Senin (14/8/2017). KOMPAS.com/ Moh NadlirDirektur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti Saat Ditemui di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berencana membangun apartemen tempat tinggal bagi anggota DPR di kompleks parlemen.

Jika ada apartemen, anggota DPR tak perlu tinggal jauh-jauh dari gedung DPR dan terjebak macet untuk masuk kerja seperti saat ini.

Terkait itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan bahwa sebaiknya para anggota DPR RI tersebut mencontoh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

Pria yang akrab disapa Buya Syafii itu memang dikenal sebagai sosok sederhana dalam kesehariannya. Misalnya, baru-baru ini Buya lebih memilih naik KRL untuk menuju Istana Bogor, dibanding menggunakan kendaraan pribadi.

"Jadi ada bagusnya kita dorong mereka (anggota DPR) pakai transportasi publik. Contoh Buya dong anggota DPR," kata Ray di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Ray mengatakan, alasan sering terjebak macet sehingga terlambat mengikuti sidang yang dikemukakan para wakil rakyat tersebut tak masuk akal.

"Kalau macet, apa susahnya anggota DPR naik KRL. Sudah nyaman, sudah oke kok. Dari perumahan DPR ke Stasiun Kalibata jalan kaki saja. Jadi DPR ramai-ramai lah gunakan fasilitas umum, contoh bagi masyarakat," kata Ray.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Anggaran Terus Naik, Prestasi DPR Dinilai Malah Semakin Anjlok)

Ray pun heran anggota DPR seringkali mengkritik para pengembang yang membangun apartemen. Namun, kini para wakil partai politik itu justru ingin membangun apartemen dekat dengan parlemen.

"Para pengembang bangun apartemen, apartemen mereka kritik. Tapi mereka sekarang malah mau bangun apartemen," tutur Ray.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Nasional
OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

Nasional
1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

Nasional
Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

Nasional
Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Nasional
Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Nasional
KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

Nasional
Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Nasional
Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Nasional
Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Nasional
Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Nasional
Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.