Presiden Afghanistan Wanti-wanti Jokowi soal Potensi Perpecahan

Kompas.com - 12/08/2017, 19:29 WIB
Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik AfghanistanMohammad Ashraf Ghani melaksanakan veranda talk di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4/2017). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo dan Presiden Republik AfghanistanMohammad Ashraf Ghani melaksanakan veranda talk di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pernah memberi nasihat kepada Presiden Joko Widodo. Nasihat Ashraf diungkapkan Jokowi dalam pidatonya di depan 503 mahasiswa peserta program penguatan pendidikan Pancasila di halaman Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

"Titipan Presiden Afganistan kepada saya, hati-hati Presiden Jokowi, 714 suku itu bukan angka kecil. Jadi kalau ada gesekan sedikit, segera selesaikan, segera rukunkan kembali. Ingatkan kembali bahwa negaramu adalah negara besar," ujar Jokowi.

Nasihat tersebut bukan tanpa sebab dilontarkan oleh Ashraf. Saat Presiden Jokowi bertemu Presiden Ashraf, April 2017 lalu, Jokowi menceritakan perihal Indonesia kepada Ashraf.

Jokowi menceritakan bahwa Indonesia memiliki lebih 17.000 pulau yang terdiri dari sebanyak 516 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Di dalamnya hidup 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa lokal. Intinya, Indonesia sangat beragam.

(Baca: Saat Megawati Keceplosan Panggil Jokowi 'Dik'...)

Mendengar penjelasan Jokowi itu, Presiden Ashraf terkejut. Dia baru menyadari bahwa Indonesia ternyata adalah negara besar dan majemuk. Presiden Ashraf kemudian mencontohkan negaranya sendiri kepada Jokowi.

"Di Afganistan ada tujuh suku. Ada yang bertikai, berantem. Yang satu bawa kawan dari luar, yang satu bawa kawan dari luar. Negara ya ini maksudnya. Negara lain masuk, negara lain masuk. Akhirnya yang terjadi apa? Peperangan," ujar Jokowi.

"Sampai sekarang sudah sulit untuk dirukunkan. Beliau yang menyampaikan. Karena terpecah menjadi 40 kelompok. Beliau loh ini yang menyampaikan ini," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Jokowi minta masyarakat Indonesia pertama-tama menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar. Masyarakat pun diminta untuk saling menjaga kerukunan satu sama lain. Jika ada konflik, segera diselesaikan dengan cara damai.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X