Keluarga Menilai Hukuman Isolasi Ba'asyir Sudah Tak Manusiawi

Kompas.com - 12/08/2017, 19:21 WIB
Putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rochim Baasyir berharap ada kelonggaran hukuman isolasi ayahnya atas pertimbangan kemanusiaan, Jakarta, Jumat (12/8/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPutra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rochim Baasyir berharap ada kelonggaran hukuman isolasi ayahnya atas pertimbangan kemanusiaan, Jakarta, Jumat (12/8/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir merasa hukuman isolasi yang dijalani ayahnya sudah tidak manusiawi.

Saat ini Ba'asyir, terpidana kasus terorisme berusia 80 tahun, diisolasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"Kami melihat keberadaan beliau di penjara ini sudah tidak layak, tidak manusiawi," ucap Abdul di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

"Semanusiawi-manusiawinya penjara, kalau orang umur segitu dalam kondisi isolasi seperti itu, tidak boleh bertemu dengan siapapun, tetap tidak manusiawi," katanya lagi.

Baca: Hasil MCU, Abu Bakar Ba'asyir Sehat dengan Sejumlah Catatan

Sejak dua tahun lalu diisolasi, Abdul mengatakan, kunjungan keluarga menjadi tidak maksimal.

Keluarga hanya bisa bertemu dari balik kaca, dan berbicara melalui intercom, yang dia yakin juga direkam.

"Kalau salaman ya hanya begini," katanya sambil memeragakan tangannya menempel ke kaca.

Jam kunjungan keluarga dibatasi, tidak boleh berbarengan dengan kunjungan tim medis ataupun pengacara Ba'asyir.

Sebab, hanya kuasa hukum dan tim medis yang diperbolehkan bertemu secara fisik dengan Ba'asyir.

"Kami keluarga malah enggak boleh masuk. Enggak boleh ketemu. Kalau mereka malah boleh ketemu," kata Abdul.

Ketika keluarga membawakan makanan kepada Ba'asyir, petugas jaga pun selalu memeriksa dengan sangat detil.

"Katanya takut ada narkoba. Kami enggak pakai narkoba. Kami tahu itu haram," kata dia.

Di Lapas Gunung Sindur, kata Abdul, Ba'asyir ditemani satu orang narapidana yang bertugas membantu aktivitas sehari-hari ayahnya, seperti mencuci pakaian atau menghangatkan makanan.

Dalam hal ini diakui lebih baik ketimbang pertama-tama diisolasi di Nusa Kambangan.

"Di sana (Nusa Kambangan) lebih ngeri lagi. Beliau satu kamar sendirian, tidak ditemani siapa-siapa," ucap Abdul.

Tetapi meski ditemani seorang napi, menurut Abdul, kondisnya tetap tidak manusiawi. Ba'asyir betul-betul tidak diperkenankan berinteraksi dengan napi lain.

Misalnya ketika shalat Jumat di masjid, ruangan shalat antara Ba'asyir dan napi-napi lain terpisah.

Baca: Luhut Bantah Ba'asyir Dilarang Beribadah di Lapas Gunung Sindur

Ba'asyir bersama para sipir, sedangkan napi-napi lainnya di ruangan sebelah yang terpisah dengan dinding.

"Napi yang ruangannya dekat dengan beliau dan mau ke masjid tidak boleh lewat depannya. Harus muter ke belakang," kata Abdul.

Melihat perkembangan kondisi Ba'asyir yang sudah menua, keluarga dan pengacara tengah berupaya agar Ba'asyir diberi kelonggaran.

"Kami sudah sampaikan ke tim hukum apakah ada celah untuk memberikan keringanan kepada beliau. Mungkin tim lawyer sedang mempelajari lebih lanjut," kata dia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

Nasional
Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

Nasional
Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

Nasional
Ini Strategi yang Harus Dijalankan Indonesia untuk Jadi Pusat Produk Halal Dunia

Ini Strategi yang Harus Dijalankan Indonesia untuk Jadi Pusat Produk Halal Dunia

Nasional
Wapres: Indonesia Miliki Peluang Besar sebagai Produsen dan Pengekspor Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres: Indonesia Miliki Peluang Besar sebagai Produsen dan Pengekspor Produk Halal Terbesar di Dunia

Nasional
Jokowi Berterima Kasih dan Beri Penghormatan kepada Para Dokter

Jokowi Berterima Kasih dan Beri Penghormatan kepada Para Dokter

Nasional
Ma'ruf Amin: Indonesia Selama Ini Hanya Jadi Tukang Stempel Produk Halal Impor

Ma'ruf Amin: Indonesia Selama Ini Hanya Jadi Tukang Stempel Produk Halal Impor

Nasional
Ini Daftar 15 Jurnalis Pemenang Lomba Karya Jurnalistik 2020 BPJS Kesehatan

Ini Daftar 15 Jurnalis Pemenang Lomba Karya Jurnalistik 2020 BPJS Kesehatan

Nasional
Pimpinan Komisi III DPR Bantah KPK Jadi Lemah pada Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Pimpinan Komisi III DPR Bantah KPK Jadi Lemah pada Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi, Tindak Lanjuti Pembangunan Museum Peradaban Islam

Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi, Tindak Lanjuti Pembangunan Museum Peradaban Islam

Nasional
Terungkap, Penyebab hingga Peran Tersangka dalam Kasus Kebakaran Kejagung Menurut Polisi

Terungkap, Penyebab hingga Peran Tersangka dalam Kasus Kebakaran Kejagung Menurut Polisi

Nasional
Naskah UU Cipta Kerja yang Kembali Berubah di Tangan Istana...

Naskah UU Cipta Kerja yang Kembali Berubah di Tangan Istana...

Nasional
Ibas Minta Pemerintah Lebih Perhatikan UMKM di Masa Pandemi

Ibas Minta Pemerintah Lebih Perhatikan UMKM di Masa Pandemi

Nasional
Dialog 70 Menit Jusuf Kalla dengan Paus di Vatikan, Bahas Apa?

Dialog 70 Menit Jusuf Kalla dengan Paus di Vatikan, Bahas Apa?

Nasional
Ditelepon Jokowi, Luhut Sebut Rencana Vaksin November Mungkin Molor

Ditelepon Jokowi, Luhut Sebut Rencana Vaksin November Mungkin Molor

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X