Jokowi: Budaya Asing Sudah Masuk ke Gang-gang Kita...

Kompas.com - 12/08/2017, 18:31 WIB
Presiden Joko Widodo berbicara saat menemui tenaga kerja Indonesia (TKI) di Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017). Presiden menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara. AFP PHOTO / ANTHONY WALLACEPresiden Joko Widodo berbicara saat menemui tenaga kerja Indonesia (TKI) di Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017). Presiden menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara.
|
EditorSabrina Asril

BOGOR, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo mengatakan, budaya asing telah masuk ke Indonesia secara besar-besaran. Masyarakat harus mengantisipasi supaya budaya sendiri tidak kalah bersaing. 

"Infiltrasi budaya (asing) sudah masuk ke gang-gang kita," ujar Jokowi di depan 503 mahasiswa peserta program penguatan Pancasila di halaman Istana Presiden, Bogor, Sabtu (12/8/2017). 

Salah satu contohnya adalah demam K-Pop di tanah air.  Jokowi mengingatkan, tidak menjadi soal jika masyarakat Indonesia menyukai produk industri kreatif negara lain. Tidak menjadi soal pula jika masyarakat berbondong-bondong menonton konsernya. 

Toh, Jokowi juga sering menonton grup musik asal luar negeri. 

"Tadi malam saya nonton We The Fest. Shura saya nonton, Linkin Park saya nonton, Metalica saya nonton, Lamb of God saya nonton, Judas Priest saya nonton. Semuanya saya tonton," ujar Jokowi. 

(Baca: Hadir di We The Fest, Jokowi Ingin Mengamati Generasi Milenial)

Jokowi mempelajari bagaimana budaya asing itu bisa masuk dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Jokowi juga ingin produk budaya Indonesia masuk dan digandrungi negara lain. 

"Saya nonton untuk apa? Untuk membandingkan posisi kita ini ada di mana. Kekalahan kita dibandingkan mereka itu ada di mana. Kemenangan kita ada di mana. Senang enggak apa-apa, tapi jangan sampai kita tergerus oleh mereka," lanjut dia. 

Jokowi melanjutkan, sebenarnya Indonesia pun memiliki grup musik yang berkualitas, tidak kalah dengan grup musik dari negara lain.

Ia mencontohkan Superman Is Dead, Burgerkill, Nidji, dan Slank.  Namun, agar dapat lebih bisa masuk ke negara lain, Jokowi mengakui, memang harus ada perencanaan, persiapan dan strategi yang matang. 

"Makanya kita lihat yang lain. Ya itu untuk membandingkan. Tahu bagaimana mereka menata manajemen lighting, manajemen panggung, pengelolaan penonton. Kita ini memiliki semuanya kok," ujar Jokowi. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X