PDI-P dan Golkar "Tutup Pintu", Apa yang Harus Dilakukan Ridwan Kamil?

Kompas.com - 09/08/2017, 09:11 WIB
Wali Kota Bandung yang juga bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan arahan saat menggelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Relawan Jabar Juara, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/7/2017). Kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi dengan Simpul Relawan Ridwan Kamil dari berbagai komunitas dan organisasi se-Jabar sebagai kesiapan untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. ANTARA FOTO/FAHRUL JAYADIPUTRAWali Kota Bandung yang juga bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan arahan saat menggelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Relawan Jabar Juara, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/7/2017). Kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi dengan Simpul Relawan Ridwan Kamil dari berbagai komunitas dan organisasi se-Jabar sebagai kesiapan untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Keriuhan menjelang Pilkada Jawa Barat 2018 sudah mulai terasa. Perhelatan masih lama, bahkan pendaftaran pasangan bakal calon juga baru dibuka pada awal 2018. 

Akan tetapi, "keramaian" seputar bursa bakal calon yang akan diusung partai-partai telah dimulai. 

Sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat kuat bakal calon gubernur. Salah satunya Ridwan Kamil, yang saat ini masih menjabat Wali Kota Bandung. 

Ridwan Kamil sejak awal menjadi kandidat bakal calon yang paling dijagokan. Sejumlah survei menempatkannya pada posisi teratas dibandingkan nama-nama lain. 

Survei UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang dirilis 4 Juli lalu, menunjukkan, elektabilitas Emil mencapai 40,40 persen.

Nama lainnya berada di bawahnya, seperti Deddy Mizwar (22,38 persen), Dede Yusuf (12,57), Iwa Karniwa (10,44 persen), dan Dedi Mulyadi (10,08 persen).

Baca: Alasan PDI-P Hampir Tutup Pintu untuk Ridwan Kamil

Hingga kini, baru satu partai yang menyatakan kepastian akan mengusung Ridwan Kamil, yaitu Partai Nasdem. 

Sementara, dua partai besar "penguasa" kursi DPRD Jawa Barat, PDI Perjuangan dan Golkar, hampir pasti tak akan membuka pintu untuk Ridwan Kamil. 

Beberapa partai lain juga sudah melirik figur lain, seperti Deddy Mizwar.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, keputusan partai besar untuk tak melirik Ridwan Kamil karena langkahnya dinilai terburu-buru menerima pinangan Nasdem.

"Ini sebuah pembelajaran politik bagus. Kalau mau diusung, ya jangan buru-buru dan jangan menerima pinangan buru-buru juga," kata Hendri saat ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Baca: Nasdem Upayakan Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Meski Lewat Jalur Independen

Meski demikian, menurut dia, Ridwan Kamil masih punya jalan lain untuk maju bertarung di Pilkada Jabar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Nasional
Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Nasional
Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Nasional
Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Nasional
Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Nasional
Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Nasional
Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Nasional
Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Nasional
Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

Nasional
Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X