Panggil Mendes, Jokowi Tanya soal Efektivitas Dana Desa

Kompas.com - 07/08/2017, 19:48 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat ditemui di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5/2017). Fachri FachrudinMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat ditemui di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menanyakan apakah dana desa efektif untuk mewujudkan pemerataan pembangunan se-Indonesia.

"Saya katakan, efektif. Karena mayoritas penggunaan dana desa masih baik dan masyarakat desa belajar (menyerap) dana desa dengan cepat juga," ujar Eko, usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Presiden, Senin.

"Makanya tahun 2015, penyerapan dana desa 82 persen dan di 2016 lalu naik menjadi 97 persen. Sangat signifikan naiknya," kata dia.

Eko melanjutkan, dengan menggunakan dana desa yang saat ini mencapai Rp 60 triliun, masyarakat membangun infrastruktur kecil namun penting.

Misalnya, pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sarana air bersih, Posyandu, dan sebagainya.

"Kalau ditotal, ada jalan desa 66 ribu kilometer, 38 ribu unit penahan longsor dan masih banyak lagi," ujar Eko.

Meski demikian, Eko mengakui masih banyak oknum yang sering menyalahgunakan dana desa tersebut.

Untuk meminimalisir ini, pemerintah mengandalkan aparat penegak hukum. Tak mungkin pemerintah membentuk lembaga baru khusus untuk memantau distribusi dana desa.

(Baca juga: Densus Tipikor Diyakini Bisa Cegah Korupsi Dana Desa)

Oleh sebab itu, Eko meminta masyarakat desa ikut mengawasi distribusi dana desa. Jika ditemukan dugaan penyalahgunaan, masyarakat dapat melapor ke pemerintah melalui jalur yang sudah disediakan.

"Tolong hubungi Satgas Dana Desa di telepon gratis di nomor 150-00-40," ujar Eko.

(Baca: Menteri Eko: Dana Desa Diselewengkan, Jangan Takut Lapor ke 1500040)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Nasional
Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Nasional
TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Nasional
Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Nasional
Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Nasional
Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Nasional
Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Nasional
Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Nasional
UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Nasional
UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

Nasional
Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Nasional
UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X