Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Disdukcapil DKI Kesulitan Data Pendatang di Apartemen

Kompas.com - 04/08/2017, 14:50 WIB
Jessi Carina

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan pihaknya kesulitan melakukan operasi bina kependudukan di apartemen.

"Apartemen ya yang agak sulit, kami tahu ya apartemen yang privasinya tinggi seperti di kawasan Sudirman, itu kan daerah ekslusif. Mereka mengatakan jangan menganggu privasi orang, itu alasan klasiklah," kata Edison di kawasan Kuningan, Jumat (4/8/2017).

Setelah petugas melakukan pendekatan, kata Edison, akhirnya manajemen apartemen mengizinkan petugas melakukan pembinaan pendatang baru. Edison menjelaskan pembinaan pendatang dilakukan untuk kepentingan warga sendiri.

"Jangan giliran mereka bermasalah, datang ke kami. Akhirnya setelah dia tahu ini pembinaan bukan penertiban, ya mereka welcome (menerima)," ujar Edison.

Di apartemen, pendatang baru kebanyakan adalah para asisten rumah tangga. Para asisten itu  bekerja untuk penghuni apartemen.

Edison mengatakan biasanya mereka berasal dari Pulau Jawa. Seharusnya, pendatang baru melapor ke RT atau RW begitu mereka tiba di Jakarta.

"Baik WNI atau WNA, 14 hari setelah berada di Jakarta itu harus lapor. Makanya biduk (bina kependudukan) juga tidak saat hari raya kan tapi ada tenggat waktu 14 hari," ujar Edison.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Nasional
Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Nasional
Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Nasional
Ketika Massa Teriakkan 'Turunkan Jokowi' Saat Melewati Rumah Megawati...

Ketika Massa Teriakkan "Turunkan Jokowi" Saat Melewati Rumah Megawati...

Nasional
Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Nasional
Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Nasional
Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Nasional
KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

Nasional
KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

Nasional
MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

Nasional
Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Nasional
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion', Mahfud: Jadi Sejarah...

3 Hakim MK "Dissenting Opinion", Mahfud: Jadi Sejarah...

Nasional
Enggan Komentari Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN, Mahfud MD: Saya Tidak Terlibat

Enggan Komentari Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN, Mahfud MD: Saya Tidak Terlibat

Nasional
Cak Imin Laporkan Putusan MK ke Para Sesepuh PKB

Cak Imin Laporkan Putusan MK ke Para Sesepuh PKB

Nasional
Istana: Pilpres Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Kembali

Istana: Pilpres Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Kembali

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com