Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Menteri Susi yang Ngotot "Melawan" Luhut Pandjaitan

Kompas.com - 04/08/2017, 10:23 WIB
Fabian Januarius Kuwado

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, kementeriannya tidak akan membuka investasi asing pada sektor penangkapan ikan di Indonesia.

"Menangkap ikan itu urusannya orang Indonesia. Masak nangkap ikan saja kita mesti nyuruh asing," ujar Susi dalam acara "#SusidiRosi" yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (3/8/2017).

"Kita punya nelayan banyak sekali di Indonesia dan itu tentang kedaulatan laut kita. Misi Presiden dan Indonesia adalah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa," kata dia.

Menurut Susi, kebijakan ini bukan tentang tak ramah investasi, melainkan soal kedaulatan negara dan mewujudkan ketahanan pangan.

Investasi asing, lanjut Susi, tetap boleh masuk ke sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air. Namun, Susi mengarahkan ke sektor pengolahan.

Beda pendapat dengan Luhut

Susi menyadari bahwa kebijakannya ini bertentangan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Luhut berpendapat, sektor penangkapan ikan juga boleh dimasuki investasi asing.

Soal perbedaan pendapat itu, Susi tidak bisa berbuat banyak selain harus ngotot mempertahankan prinsipnya.

"Jika ada yang berpikiran seperti itu, maka apa yang bisa saya lakukan? Saya sebagai anak bangsa, mencoba yang terbaik, dengan segala risiko tidak disukai bahkan diancam kehidupannya. Maju terus untuk negara ini. Kalau tidak bisa diterima, ya sudah," ujar dia.

"Dan saya tidak harus menerima pola pikir seperti yang tadi (Luhut). Karena saya punya pemikiran sendiri dan saya pikir, pikiran saya sudah sesuai dengan misi Presiden menjadikan laut masa depan bangsa, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," tutur Susi.

(Baca juga: Menko Luhut Tunggu Gebrakan Baru Menteri Susi)

Terbukti, neraca perdagangan ikan di Indonesia pada 2017 menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Impor produk laut kian menurun. Sebaliknya, ekspor hasil laut Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Susi juga mengklaim, nilai tukar nelayan meningkat. Begitu pula dengan nilai tukar usaha perikanan dan kelautan, juga meningkat.

Prinsip yang selalu Susi emban yakni, dirinya bekerja untuk Presiden, bukan untuk sosok lain.

"Saya percaya dengan Presiden dan saya bekerja untuk Presiden. Selama Presiden tidak bilang apa-apa, ya saya go ahead," ujar dia.

Kompas TV Setelah aksi mosing di atas kapal, kini menteri yang dikenal nyentrik berjoget ria sembari mendengarkan lagu The Bettles di atas kapal.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Digugat ke Pengadilan, Bareskrim: Penetapan Tersangka Kasus TPPU Panji Gumilang Sesuai Fakta

Digugat ke Pengadilan, Bareskrim: Penetapan Tersangka Kasus TPPU Panji Gumilang Sesuai Fakta

Nasional
Soal Peluang PDI-P Gabung Koalisi Prabowo, Guru Besar UI: Megawati Tegak, Puan Sejuk

Soal Peluang PDI-P Gabung Koalisi Prabowo, Guru Besar UI: Megawati Tegak, Puan Sejuk

Nasional
Jokowi Minta Kepala BNPB Cek Masyarakat Sulbar yang Belum Dapat Bantuan Pascagempa

Jokowi Minta Kepala BNPB Cek Masyarakat Sulbar yang Belum Dapat Bantuan Pascagempa

Nasional
Jokowi Beri Isyarat Perpanjang Masa Jabatan Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif

Jokowi Beri Isyarat Perpanjang Masa Jabatan Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif

Nasional
Jokowi Janji Bakal Bangun Asrama dan Kirim Mobil Listrik ke SMK 1 Rangas

Jokowi Janji Bakal Bangun Asrama dan Kirim Mobil Listrik ke SMK 1 Rangas

Nasional
Prabowo-Gibran Bersiap Kembangkan Koalisi Pasca-putusan MK

Prabowo-Gibran Bersiap Kembangkan Koalisi Pasca-putusan MK

Nasional
Dirut Pertamina Paparkan Bisnis Terintegrasi yang Berkelanjutan di Hannover Messe 2024

Dirut Pertamina Paparkan Bisnis Terintegrasi yang Berkelanjutan di Hannover Messe 2024

Nasional
KPK Nyatakan Siap Hadapi Gugatan Gus Muhdlor

KPK Nyatakan Siap Hadapi Gugatan Gus Muhdlor

Nasional
“Dissenting Opinion”, Hakim MK Arief Hidayat Usul Pembentukan UU Lembaga Kepresidenan

“Dissenting Opinion”, Hakim MK Arief Hidayat Usul Pembentukan UU Lembaga Kepresidenan

Nasional
Jokowi Resmikan 147 Bangunan Pascagempa dan 3 Ruas Jalan Daerah di Sulbar

Jokowi Resmikan 147 Bangunan Pascagempa dan 3 Ruas Jalan Daerah di Sulbar

Nasional
Pertemuan Megawati-Prabowo, PDI-P: Yang Sifatnya Formal Kenegaraan Tunggu Rakernas

Pertemuan Megawati-Prabowo, PDI-P: Yang Sifatnya Formal Kenegaraan Tunggu Rakernas

Nasional
Prabowo Akan Bertemu Tim Hukumnya Hari Ini, Bahas Putusan MK

Prabowo Akan Bertemu Tim Hukumnya Hari Ini, Bahas Putusan MK

Nasional
Jokowi Bakal Siapkan Proses Transisi Pemerintahan Baru Usai Putusan MK

Jokowi Bakal Siapkan Proses Transisi Pemerintahan Baru Usai Putusan MK

Nasional
Jika Gabung Koalisi Prabowo-Gibran, PDI-P Dinilai Tak Punya Nilai Jual

Jika Gabung Koalisi Prabowo-Gibran, PDI-P Dinilai Tak Punya Nilai Jual

Nasional
Gerindra: Pertemuan Prabowo-Megawati Sedang Cocokkan Waktu, Tidak Lama Lagi...

Gerindra: Pertemuan Prabowo-Megawati Sedang Cocokkan Waktu, Tidak Lama Lagi...

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com