Kompas.com - 04/08/2017, 07:38 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Dok KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai pernyataan anggota Komnas HAM Natalius Pigai mengenai apa yang dikerjakan Susi tidak sepenuhnya salah, tidak pula sepenuhnya benar.

Sebelumnya Natalius mengatakan bahwa "orang bodoh juga bisa (menenggelamkan kapal)".

"Saya pikir, selintas mungkin benar dia (Natalius) bilang. Tapi kan kalau dipikir lagi, nenggelemin kapal itu bukan asal tenggelamkan," ujar Susi dalam acara "#SusidiRosi" di Kompas TV, Kamis (3/8/2017).

Susi menjelaskan, untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan, aparat hukum laut Indonesia mesti menangkap kapal tersebut terlebih dahulu.

Proses penangkapan kapal pencuri ikan pun tidak mudah. KKP mesti bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut, TNI Angkatan Laut dan Polisi Air dan Udara.

"Kita juga mesti tahu dia ada di mana. Harus lihat satelit, kita baru suruh komando tangkap. Kita bisa perintahkan Angkatan Laut," ujar Susi.

"Pangarmabar itu jenderal bintang dua. Wakasal itu bintang tiga, KSAL itu jenderal bintang empat. Kalau saya tidak jadi menteri, tidak bisa kita perintah jenderal bintang empat untuk tangkap. Jadi kalau (dibilang) orang bodoh (juga) bisa tenggelamkan kapal, kalau diteliti tidak bisa, tidak semudah itu," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Menteri Susi: Tenggelamkan Kapal Sino, Simbol Kemenangan Berantas Pencurian Ikan)

Susi kemudian menegaskan bahwa meskipun dirinya memiliki wewenang untuk memerintahkan aparat hukum laut menangkap kapal pencuri ikan, ia pun tak pernah mengaku sebagai orang pintar di depan publik.

"Saya juga selalu bilang, saya ini tidak pernah bicara saya ini orang pintar," ujar Susi.

Susi mengakui, dirinya keras menegakkan kedaulatan di laut Indonesia. Namun, ini dilakukan bukan untuk dirinya, melainkan semata untuk negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

Nasional
Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

Nasional
Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

Nasional
Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

Nasional
Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

Nasional
Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

Nasional
Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

Nasional
Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

Nasional
Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

Nasional
Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

Nasional
KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

Nasional
Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

Nasional
Pegawai Beri Bukti Tambahan Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK ke Dewas

Pegawai Beri Bukti Tambahan Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK ke Dewas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X