Menkumham: Yang Lama Sudah Banyak yang Terkontaminasi...

Kompas.com - 03/08/2017, 13:46 WIB
Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017). Yasonna Hamonangan Laoly diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMenkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017). Yasonna Hamonangan Laoly diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly tidak berharap banyak pada generasi lama pegawai lembaga pemasyarakatan dalam hal perang terhadap pelanggaran di dalam Lapas.

"Yang lama-lama sudah banyak terkontaminasi. Banyak yang sudah enggak benarnya. Kita geser ke manapun begitu-begitu juga," ujar Yasonna di Kompleks Istana Presiden, Kamis (3/8/2017).

Maka, tidak heran meskipun sudah banyak kasus pengendalian perdagangan narkoba dari lapas terungkap, namun hingga saat ini kasus serupa masih saja terjadi.

Baru-baru ini, Satuan Tugas Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 120 bungkus ekstasi milik sindikat internasional asal Belanda. Belakangan, terungkap pengiriman barang haram itu dikendalikan dari dalam Lapas Nusakambangan.


 

(Baca: Napi Kendalikan Perdagangan Narkoba, Dua Pejabat Lapas Nusakambangan Dicopot)

Perkara itu pun berujung pada pencopotan dua pejabat Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Oleh sebab itu, Yasona sangat berharap pada 14.000 pegawai baru hasil CPNS 2017.

Mereka diharapkan menggantikan para pegawai lama yang cenderung bermental korup.

"Kami akan gunakan fresh blood ini. Mereka akan di-training dengan Brimob, kami akan siapkan mentalnya dan juga ada supervisinya," ujar Yasona.

Sementara itu, untuk meminimalisir penyelewengan wewenang dari pegawai lama, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara.

Sosok yang akan mengisi jabatan Kepala Lapas atau Kepala Satuan Pengamanan Lapas (KPLP), harus melalui asesmen di TNI AU terlebih dahulu.

Kompas TV Polisi Temukan Senjata Tajam dan Narkoba di Lapas Kerobokan

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X