Kompas.com - 02/08/2017, 10:15 WIB
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (22/7/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSekjen Partai Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (22/7/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekeretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan bahwa partainya belum memutuskan apakah akan kembali berkoalisi dengan PDI-P, Partai Nasdem, dan Partai Hanura pada Pilkada Jawa Barat.

Ia mengatakan, Golkar masih menjalin komunikasi dengan semua partai dan belum akan memutuskan untuk berkoalisi dalam waktu dekat.

Menurut Idrus, sebagai partai yang resmi mengusung Jokowi sebagai calon presiden pada Pemilu 2019, Partai Golkar tentu mempertimbangkan elektabilitas Jokowi dalam Pilkada Jawa Barat.

Namun, Jawa Barat dianggap memiliki karakteristik yang berbeda dengan DKI Jakarta, sehingga peta koalisi pada Pilkada DKI Jakarta bisa berbeda dengan Jawa Barat.

"Pilkada DKI Jakarta tidak signifikan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi di Jawa Barat. Demikian pula tidak signifikan berpengaruh di pilkada-pilkada kabupatan dan kota di Jawa Barat," kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Barat, Selasa (1/8/2017) malam.

Karena itu, kata Idrus, Golkar akan sangat mempertimbangkan karakteristik daerah dalam memilih mitra koalisi.

"Setiap daerah punya ciri karakter. Karakter daerah di Jawa Barat beda. Golkar perhatikan kearifan lokal. Sehingga kalau ada yang mengatakan nanti begini (sama seperti koalisi DKI), saya pastikan tidak. Tidak sama," ujar Idrus.

(Baca juga: Pasca-penetapan Dedi Mulyadi, Golkar Komunikasi Intens dengan PDI-P)

Idrus sebelumnya menyatakan bahwa Partai Golkar akan mencalonkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Namun, belum ada kepastian apakah Dedi akan dicalonkan sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. 

Ia menilai, Dedi selaku Bupati Purwakarta merupakan sosok yang tepat untuk dicalonkan karena mendapat sambutan yang positif dari kader Golkar dan masyarakat Jawa Barat.

"Mau tidak mau DPP perhatikan sungguh-sungguh kerja Dedi. Kami apresiasi. Kami prioritaskan calonkan gubernur atau wakil gubernur," ujar Idrus di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/8/2017).

Kompas TV Survei Elektabilitas Jelang Pilkada Jabar 2018
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Perbedaan Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam

Mengenal Perbedaan Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam

Nasional
Jaksa Agung: Penyidik Perkuat Bukti dan Terus Cari Aset Tersangka Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO

Jaksa Agung: Penyidik Perkuat Bukti dan Terus Cari Aset Tersangka Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO

Nasional
KPK Yakin Boyamin Bersikap Kooperatif Terkait Kasus Budhi Sarwono

KPK Yakin Boyamin Bersikap Kooperatif Terkait Kasus Budhi Sarwono

Nasional
3 Warga Sragen Gantung Diri, Mensos Minta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Peka dengan Lingkungan Sekitar

3 Warga Sragen Gantung Diri, Mensos Minta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Peka dengan Lingkungan Sekitar

Nasional
Densus 88 Tangkap 24 Teroris Kelompok MIT dan ISIS

Densus 88 Tangkap 24 Teroris Kelompok MIT dan ISIS

Nasional
Kementerian PPPA Soroti Maraknya Kekerasan Seksual yang Dilakukan Ayah

Kementerian PPPA Soroti Maraknya Kekerasan Seksual yang Dilakukan Ayah

Nasional
Pengamat Nilai Peluang Ridwan Kamil Jadi Capres Kecil, Kalaupun Mungkin Opsinya Cawapres

Pengamat Nilai Peluang Ridwan Kamil Jadi Capres Kecil, Kalaupun Mungkin Opsinya Cawapres

Nasional
Temui Petinggi Partai, Ridwan Kamil Dinilai Tertarik Jadi Kandidat pada Pilpres 2024

Temui Petinggi Partai, Ridwan Kamil Dinilai Tertarik Jadi Kandidat pada Pilpres 2024

Nasional
Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak, Jokowi: Semoga Cahaya Kebahagiaan Senantiasa Terangi Jalan Kita

Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak, Jokowi: Semoga Cahaya Kebahagiaan Senantiasa Terangi Jalan Kita

Nasional
Politikus Nasdem Minta Kinerja Penjabat Kepala Daerah Dievaluasi Berkala

Politikus Nasdem Minta Kinerja Penjabat Kepala Daerah Dievaluasi Berkala

Nasional
RSNU Dianggap Tertinggal, NU Diminta Lakukan Pembenahan Layanan Kesehatan secara Serius

RSNU Dianggap Tertinggal, NU Diminta Lakukan Pembenahan Layanan Kesehatan secara Serius

Nasional
Ganjar Tak Diundang Halalbihalal PDI-P Jateng, Pengamat: Efek Perseteruan Celeng dan Banteng

Ganjar Tak Diundang Halalbihalal PDI-P Jateng, Pengamat: Efek Perseteruan Celeng dan Banteng

Nasional
Selasa, KPK Periksa Boyamin Saiman Terkait Kasus Budhi Sarwono

Selasa, KPK Periksa Boyamin Saiman Terkait Kasus Budhi Sarwono

Nasional
1.252 Narapidana Buddha Terima Remisi Khusus Waisak, 7 Orang Langsung Bebas

1.252 Narapidana Buddha Terima Remisi Khusus Waisak, 7 Orang Langsung Bebas

Nasional
KPK Duga Richard Louhenapessy Kondisikan Pelaksanaan Lelang di Pemkot Ambon

KPK Duga Richard Louhenapessy Kondisikan Pelaksanaan Lelang di Pemkot Ambon

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.