Kompas.com - 01/08/2017, 07:54 WIB
|
EditorBayu Galih

Tim gabungan

Untuk lebih menggencarkan pencarian pelaku, Tito mengajak KPK untuk membentuk tim investigasi gabungan. Pada 16 Juni 2017 lalu, Tito menyampaikan langsung ajakan tersebut kepada para komisioner KPK di Gedung KPK.

Tim investigasi gabungan Polri-KPK ini dinilai lebih kuat daripada tim pencari fakta seperti yang digagas para pegiat antikorupsi.

"Tim investigasi ini bukan mencari fakta lagi. Kalau mencari fakta itu kan tidak pro yustisia. Hasilnya tak bisa langsung diajukan sebagai barang bukri kemudian diajukan ke pengadilan. Tapi tim investigasi gabungan ini artinya sudah melakukan investigasi," ujar Tito.

Bahkan, Tito mempersilakan tim KPK untuk mengevaluasi atau mengecek kembali hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilaksanakan Polri sebelumnya.

(Baca: Kapolri Persilakan KPK Cek Hasil Penyidikan Penyerangan Novel)

Hal itu demi menghindari persepsi negatif masyarakat kepada Polri yang hingga saat ini belum juga berhasil mengungkap perkara penyerangan Novel itu.

"Kami sudah sangat terbuka ya kepada tim KPK yang bergabung untuk meng-crosscheck kembali alibi-alibi itu," ujar Tito.

Tito mengakui bahwa muncul keraguan publik terhadap kinerja kepolisian dalam mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan. Dengan menggandeng KPK, Polri berharap mampu meredam keraguan tersebut.

"Selama ini juga saya kira tim Polri bekerja. Oke, kalau mungkin (Polri) dianggap kurang kredibel, saya kira tim dari KPK sangat dipercaya publik," kata Tito.

Usut dugaan jenderal polisi

Dalam waktu dekat, tim penyidik Polri akan menggali lagi keterangan Novel di Singapura. Khusunya soal pernyataan Novel di media massa beberapa waktu lalu bahwa ada dugaan jenderal polisi terlibat di dalam penyerangan terhadap dirinya.

"Berkaitan informasi dari Novel Baswedan yang disampaikan ke publik, soal dugaan adanya jenderal polisi, ini perlu kami tindaklanjuti dengan mendengar keterangan Novel secara langsung. Itu adalah pro yustisia," ujar Tito.

"Untuk itu, kami sudah siapkan tim untuk berangkat ke Singapura untuk mendengar keterangan saudara Novel Baswedan secara langsung," tutur dia.

(Baca: Polri Ajak KPK Periksa Novel Baswedan di Singapura)

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.