Apa yang Dilakukan Agus Yudhoyono dalam Pertemuan SBY-Prabowo?

Kompas.com - 28/07/2017, 06:06 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono usai mencoblos di TPS 6 RT 3/RW 3, Jalan Cibeber I, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoAgus Harimurti Yudhoyono usai mencoblos di TPS 6 RT 3/RW 3, Jalan Cibeber I, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, ikut dalam pertemuan ayahnya dengan Ketua Umun Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY, Cikeas, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017).

Agus merupakan calon gubernur DKI Jakarta yang diusung Demokrat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain itu, Agus juga diprediksi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden yang diusung Demokrat pada Pilpres 2019.

Namun, apa yang dilakukan Agus dalam pertemuan tersebut?

Sekretaris Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, Agus tidak berbicara pada pertemuan tersebut. Sebab, hanya SBY dan Prabowo saja yang berbicara.

"Biasa kalau pertemuan dua partai politik itu yang kita konvensi, meskipun kelompoknya banyak yang mendampingi, maka yang bicara adalah pimpinan partai," kata Hinca, usai pertemuan, Kamis malam.

Hinca melanjutkan, SBY dan Prabowo duduk bersebelahan, dengan jarak duduk hanya sekitar 1,5 meter. Setelah kedua ketua umum partai tersebut, duduk sekretaris jenderal kedua partai.

Agus duduk persis di belakang Hinca. Posisi tempat duduk juga diatur sesuai dengan hierarki jabatan di partai.

"Ya kita susun aja tempatnya. Sesuai dengan di partai. Jadi misalnya sekjen, wakil ketua umum, dan seterusnya. Nah, Mas AHY persis di belakang saya," ujar Hinca.

(Baca juga: SBY dan Prabowo Sepakat Mengawasi Penguasa agar Tak Melampaui Batas)

Meski ada Agus yang namanya digadang-gadang ikut meramaikan Pilpres 2019, namun pertemuan SBY-Prabowo tidak membahas nama-nama calon untuk Pemilu 2019. Nama Agus juga tidak disindir di situ.

Hinca mengatakan, pertemuan yang berlangsung tertutup itu hanya membahas Pemilu 2019 secara umum.

"Tidak menyebut nama orang, tapi kami bicara sampai 2019. Karena itu di-follow up nanti, setelah itu pertemuannya makin kecil, makin kecil, dan makin intens," ujar Hinca.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pastikan Tak Ada WNI yang Terdampak Demonstrasi di AS

Pemerintah Pastikan Tak Ada WNI yang Terdampak Demonstrasi di AS

Nasional
Sidang Kasus Jiwasraya, Dakwaan Rugikan Negara hingga Terkuaknya Nama Samaran

Sidang Kasus Jiwasraya, Dakwaan Rugikan Negara hingga Terkuaknya Nama Samaran

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jawa Timur Alami Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi | PTUN Putus Presiden dan Menkominfo Bersalah

[POPULER NASIONAL] Jawa Timur Alami Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi | PTUN Putus Presiden dan Menkominfo Bersalah

Nasional
Saat Presiden RI Divonis Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua

Saat Presiden RI Divonis Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua

Nasional
Tiga Mantan Petinggi Jiwasraya Ini Didakwa Menerima Fasilitas Nonton Konser hingga Karaoke

Tiga Mantan Petinggi Jiwasraya Ini Didakwa Menerima Fasilitas Nonton Konser hingga Karaoke

Nasional
Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Nasional
Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Nasional
Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Nasional
Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Nasional
Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Nasional
Presiden RI Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Presiden RI Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Nasional
Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Nasional
Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Nasional
Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Nasional
Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X