Formappi: PAN Ingin Keluar, Bukti Pansus Hanya Permainan Politik

Kompas.com - 27/07/2017, 17:25 WIB
Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus saat ditemui usai diskusi Darurat RUU Pemilu di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (27/4/2017).  KOMPAS.com/Kristian ErdiantoPeneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus saat ditemui usai diskusi Darurat RUU Pemilu di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (27/4/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia ( Formappi) Lucius Karus menilai, keinginan Fraksi Partai Amanat Nasional mengikuti langkah Fraksi Gerindra untuk keluar dari Pansus Angket KPK menunjukkan bahwa pembentukan Pansus hanya permainan politik. 

Ia menanggapi keinginan Fraksi PAN keluar dari Pansus dengan alasan kerja Pansus dianggap mengarah pada pelemahan KPK.

"Saya kira apa yang diungkapkan anggota Fraksi PAN terkait Pansus Angket semakin membuktikan satu hal bahwa Pansus ini hanya permainan politik semata," kata Lucius melalui keterangan tertulis, kepada Kompas.com, Kamis (27/7/2017).

Penilaian PAN soal kecenderungan Pansus Angket yang ingin melemahkan KPK dan kehilangan arah, sejak awal sudah diprediksi.

Menurut Lucius, sebagai bagian dari politik, penilaian PAN soal Pansus harus dianggap sebagai pernyataan yang punya kepentingan politik.  

"Dan sebagai pernyataan politis, ada kepentingan PAN untuk membersihkan diri dari noda Pansus Angket," ujar Lucius.

Upaya PAN ini, lanjut Lucius, sama dengan yang dilakukan Partai Gerindra sebelumnya.

Sebagai sebuah strategi politik langkah yang diambil dua partai politik ini tak bisa disalahkan.

Akan tetapi, tak selayaknya juga diapresiasi.

"Saya tidak melihat ada motif yang tulus dari kedua partai PAN dan Gerindra tersebut dengan langkah zig-zag mereka di Pansus Angket," ujar Lucius.

Ia menyatakan, kedua partai tersebut juga tidak bisa dianggap sebagai partai yang punya komitmen terhadap penguatan KPK.

"Mereka bahkan lebih berbahaya untuk misi pemberantasan korupsi ketika nyata-nyata memanfaatkan isu itu untuk keuntungan politik partainya saja," ujar Lucius.

Selain itu, Lucius menilai, langkah PAN dan Gerindra tak bisa dilepaskan dari kekecewaan dengan apa yang terjadi pada pengambilan keputusan RUU Pemilu.

PAN dan Gerindra merupakan dua dari empat fraksi yang memutuskan walk out karena tak sepakat dengan ketentuan presidential threshold. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

Nasional
Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Nasional
Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

Nasional
2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

Nasional
Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

Nasional
Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

Nasional
Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

Nasional
Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

Nasional
Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

Nasional
Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

Nasional
KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

Nasional
Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

Nasional
Dicecar soal 'Fee' Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

Dicecar soal "Fee" Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

Nasional
Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

Nasional
Calon Hakim Ad Hoc Ini Sebut Tenaga Kerja Asing Masih Diperlukan

Calon Hakim Ad Hoc Ini Sebut Tenaga Kerja Asing Masih Diperlukan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X