Efek Rumah Kaca Ikut Peringati Aksi Kamisan ke-500 di Depan Istana

Kompas.com - 27/07/2017, 10:53 WIB
Efek Rumah Kaca tampil pada Synchronize Fest 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (30/10/2016). Festival musik multi genre tahunan ini menyuguhkan 100-an pertunjukan selama tiga malam. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOEfek Rumah Kaca tampil pada Synchronize Fest 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (30/10/2016). Festival musik multi genre tahunan ini menyuguhkan 100-an pertunjukan selama tiga malam.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Band indie  Efek Rumah Kaca akan menjadi salah satu peserta dalam aksi Kamisan ke-500 yang digelar di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Trio rock alternatif tersebut rencananya akan tampil membawakan lagu, mengiringi aksi perlawanan keluarga korban pelanggaran HAM, yang menolak lupa atas apa yang terjadi pada orang-orang yang mereka cintai.

Vokalis sekaligus gitaris Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, mengajak para pendengarnya yang hadir dalam konser dadakan bertajuk Tiba-tiba Suddenly Konser Again pada Rabu (26/7/2017) malam, untuk hadir dalam aksi tersebut.

"Meski aksinya diam, kami akan membawakan lagu untuk memperingati aksi Kamisan ke-500," ujar Cholil di Ballroom Kuningan City, Jakarta, Rabu malam.

(Baca: Aksi Kamisan ke-493, Sumarsih Tidak Lelah)

Aksi Kamisan dimulai sejak tahun 2003. Aksi ini adalah bentuk perlawanan keluarga korban untuk menolak lupa atas apa yang terjadi pada orang-orang yang dicintai mereka. Aksi Kamisan juga menjadi upaya untuk mendorong pemerintah segera menyelesaikan kasus-kasus HAM yang ada.

Dalam aksi Kamisan, para peserta aksi yang menggunakan pakaian serba hitam dan payung hitam hanya melakukan aksi diam di depan Istana Negara.

Band yang beranggotakan lengkap Cholil Mahmud (vokal/gitar), Adrian Yunan (vokal/bas), Akbar Bagus Sudibyo (drum), dan Poppie Airil (bas/gitar) itu memang dekat dengan isu-isu sosial dan kemanusiaan. Lewat lirik lagunya, Efek Rumah Kaca berhasil menyampaikan pesan yang ingin mereka suarakan.

Dalam konser pada Rabu malam, ERK, begitu biasa nama band mereka disingkat, membawakan lagu berjudul "Hilang". Lirik lagu ini bercerita tentang orang-orang yang hilang pada Reformasi 1998.

"Rindu kami seteguh besi
 Hari demi hari menanti
Tekad kami segunung tinggi
Takut siapa? Kami hadapi"

"Yang hilang menjadi katalis
Disetiap Kamis
Nyali Berlapis"

"Marah kami senyala api di depan istana berdiri"

"Yang ditinggal
Takkan pernah diam
Mempertanyakan kapan pulang?"

Kompas TV Novel Baswedan sebut ada dugaan jenderal polisi terlibat kasus teror kepadanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MAKI Laporan Dugaan Pungli Oknum Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Capai Rp 1,7 Miliar

MAKI Laporan Dugaan Pungli Oknum Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Capai Rp 1,7 Miliar

Nasional
Wapres Minta Semua Pihak Bersiap Hadapi Penyebaran Omicron

Wapres Minta Semua Pihak Bersiap Hadapi Penyebaran Omicron

Nasional
7 Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Varian Omicron

7 Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Varian Omicron

Nasional
Indonesia Buka Pintu Wisata 'Travel Bubble' Batam-Bintan-Singapura di Tengah Lonjakan Omicron

Indonesia Buka Pintu Wisata "Travel Bubble" Batam-Bintan-Singapura di Tengah Lonjakan Omicron

Nasional
Pastikan Bed Occupancy Rate RS Aman, Luhut: Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron

Pastikan Bed Occupancy Rate RS Aman, Luhut: Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron

Nasional
Kasus Omicron Makin Banyak, Menkes Perintahkan Percepat Deteksi Lewat PCR SGTF

Kasus Omicron Makin Banyak, Menkes Perintahkan Percepat Deteksi Lewat PCR SGTF

Nasional
Menkes: Ada 1.600 Kasus Omicron, 20 di Antaranya Butuh Bantuan Oksigen

Menkes: Ada 1.600 Kasus Omicron, 20 di Antaranya Butuh Bantuan Oksigen

Nasional
Jaksa Nilai Azis Syamsuddin Berbelit-belit dan Merusak Citra DPR

Jaksa Nilai Azis Syamsuddin Berbelit-belit dan Merusak Citra DPR

Nasional
Anggota DPR: Aset Negara Jangan Dijual untuk Danai Ibu Kota Baru

Anggota DPR: Aset Negara Jangan Dijual untuk Danai Ibu Kota Baru

Nasional
Kasus DID Tabanan, KPK Panggil 4 Manajer Hotel di Jakarta sebagai Saksi

Kasus DID Tabanan, KPK Panggil 4 Manajer Hotel di Jakarta sebagai Saksi

Nasional
Dua Putra Jokowi Dilaporkan ke KPK, Pelapor Dilaporkan Balik, Apa Masalahnya?

Dua Putra Jokowi Dilaporkan ke KPK, Pelapor Dilaporkan Balik, Apa Masalahnya?

Nasional
Luhut: Peningkatan Kasus Omicron Lebih Rendah dari Delta, Pemerintah Pegang Kendali Penuh

Luhut: Peningkatan Kasus Omicron Lebih Rendah dari Delta, Pemerintah Pegang Kendali Penuh

Nasional
Azis Syamsuddin Dituntut Pencabutan Hak Politik Selama 5 Tahun

Azis Syamsuddin Dituntut Pencabutan Hak Politik Selama 5 Tahun

Nasional
Kasus Covid-19 Melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Khawatir Sistem Kesehatan Kewalahan

Kasus Covid-19 Melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Khawatir Sistem Kesehatan Kewalahan

Nasional
Polemik Pelat Mobil Arteria, Polri Dinilai Lemah Menindak Elite dan Orang Berduit

Polemik Pelat Mobil Arteria, Polri Dinilai Lemah Menindak Elite dan Orang Berduit

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.