Tak Mau Kasus Akil dan Patrialis Terulang, Ini Kesepakatan Hakim MK

Kompas.com - 20/07/2017, 18:33 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat bersama delapan hakim konstitusi lainnya dalam sidang putusan atas beberapa uji materi. Sidang digelar di ruang sidang utama MK, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017). KOMPAS.com/Fachri FachrudinKetua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat bersama delapan hakim konstitusi lainnya dalam sidang putusan atas beberapa uji materi. Sidang digelar di ruang sidang utama MK, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi (MK) seperti dua kali "tersambar petir di siang bolong" dalam beberapa tahun terakhir. Ini disebabkan dua hakimnya, Akil Mochtar dan Patrialis Akbar, terjerat perkara korupsi.

Tidak mau mengulangi kesalahan, para hakim MK kini mulai menerapkan sistem komunikasi yang baru di antara mereka.

"Jadi saat rapat permusyawaratan hakim, masing-masing hakim menyampaikan masukan, kritik, saran untuk kami semua," ujar Ketua MK Arief Hidayat dalam acara halalbihalal di Gedung MK, Kamis (20/7/2017).

"Sudah dihasilkan kesepakatan bersama bahwa kami harus saling menegur, tidak hanya ketua. Asalkan sudah janjian ya, kalau ditegur jangan sakit hati," kata dia.

(Baca juga: Ketua MK: MK Sekarang Jadi Lembaga yang Sensual...)

Arief menegaskan, MK tidak mau terulang lagi peristiwa serupa Akil Mochtar dan Patrialis Akbar. Komunikasi antarhakim, lanjut Arief, juga penting agar meminimalisasi penyimpangan.

"Dalam kasus Pak Patrialis itu, kami memang merasa, 'Ini kok Pak Patrialis agak aneh'. Tapi sayangnya kami hanya simpan dalam hati. Makanya, sekarang kami sepakat untuk saling menegur," ujar Arief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Presiden Joko Widodo melantik Saldi Isra sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Nasional
Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Nasional
Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Nasional
Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasional
Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Nasional
RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

Nasional
Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Nasional
Geledah 4 Lokasi di Kuansing, KPK Amankan Dokumen Persetujuan Andi Putra untuk Perpanjangan HGU

Geledah 4 Lokasi di Kuansing, KPK Amankan Dokumen Persetujuan Andi Putra untuk Perpanjangan HGU

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru Sebentar Lagi, Luhut Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Libur Natal dan Tahun Baru Sebentar Lagi, Luhut Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Nasional
Usai Diperiksa KPK Selama 7 Jam, Istri Dodi Alex Noerdin Bungkam

Usai Diperiksa KPK Selama 7 Jam, Istri Dodi Alex Noerdin Bungkam

Nasional
Azis Mengaku Cari Tahu Latar Belakang Robin Patuju lewat LO di KPK

Azis Mengaku Cari Tahu Latar Belakang Robin Patuju lewat LO di KPK

Nasional
Selain Bali, Pemerintah Akan Buka Pariwisata untuk Turis Mancanegara di Daerah Lain secara Bertahap

Selain Bali, Pemerintah Akan Buka Pariwisata untuk Turis Mancanegara di Daerah Lain secara Bertahap

Nasional
Situs Diretas, BSSN Telusuri Pelaku Tanpa Libatkan Pihak Lain

Situs Diretas, BSSN Telusuri Pelaku Tanpa Libatkan Pihak Lain

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.