Politisi Golkar: Demi Nama Partai, Setya Novanto Harus Mundur - Kompas.com

Politisi Golkar: Demi Nama Partai, Setya Novanto Harus Mundur

Kompas.com - 17/07/2017, 23:22 WIB
Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia usai diskusi di Jakarta, Jumat (14/7/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia usai diskusi di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendorong Setya Novanto untuk mundur dari posisi Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Hal ini menyusul penetapan tersangka Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Dengan ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka saat ini, tidak ada jalan lain, demi menjaga nama partai, Setya Novanto harus mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR RI," kata Doli dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (17/7/2017).

Doli mengatakan, sebagai kader Golkar, ia merasa prihatin atas ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Namun, menurut dia, kader Golkar harus lebih mengedepankan kepentingan yang lebih besar.

"Bagi Golkar, jangan sampai urusan pribadi Setya Novanto mengganggu urusan konsolidasi partai dalam menghadapi agenda-agenda politik strategis ke depan," ucap Doli.

(Baca: 10 Fakta Sidang soal Peran Setya Novanto dalam Kasus E-KTP)

Doli mengingatkan, Pilkada serentak 2018 sudah di depan mata dan persiapan Pileg dan Pilpres 2019 tidak bisa ditunda.

Jadi, tidak ada jalan lain DPP dengan semua perangkatnya termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera melakukan rapat untuk mengambil sikap mempersiapkan Musyawarah Nasional Luar Biasa.

"Ini perlu dilakukan demi penyelamatan partai. Dan faktanya, dalam tiga bulan terakhir ini, setiap kali ada persidangan dan pemeriksaan saksi, nama Setya Novanto selalu disebut dan secara otomatis pasti Golkar tersandera dan terbawa-terbawa negatif," tambah dia.

Kompas TV Setya Novanto Jadi Tersangka KPK (Bag 1)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Jokowi Akui Mahfud MD, TGB dan Airlangga Masuk Bursa Cawapresnya

Jokowi Akui Mahfud MD, TGB dan Airlangga Masuk Bursa Cawapresnya

Nasional
Pj Gubernur Jabar Lihat Kesiapan Stadion Patriot Bekasi untuk Asian Games

Pj Gubernur Jabar Lihat Kesiapan Stadion Patriot Bekasi untuk Asian Games

Megapolitan
Siswi Sekolah di Wilayah Australia Ini Boleh Pakai Celana Pendek

Siswi Sekolah di Wilayah Australia Ini Boleh Pakai Celana Pendek

Internasional
Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 600.000 Butir Pil Bahan Baku Sabu

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 600.000 Butir Pil Bahan Baku Sabu

Regional
Pasca Bom Surabaya, Polri Tangkap 197 Terduga Teroris, 20 di Antaranya Tewas

Pasca Bom Surabaya, Polri Tangkap 197 Terduga Teroris, 20 di Antaranya Tewas

Nasional
Kapolri: Kasus di Yogya dan Indramayu Bukan Serangan, tetapi Perlawanan Teroris

Kapolri: Kasus di Yogya dan Indramayu Bukan Serangan, tetapi Perlawanan Teroris

Nasional
MA Batalkan Peran Paralegal dalam Memberi Bantuan Hukum

MA Batalkan Peran Paralegal dalam Memberi Bantuan Hukum

Nasional
Italia Izinkan Migran Berlabuh di Sisilia

Italia Izinkan Migran Berlabuh di Sisilia

Internasional
Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung Mengapung di Sungai Terungkap

Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung Mengapung di Sungai Terungkap

Regional
Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 1.000 Pasukan Oranye Saat Asian Games

Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 1.000 Pasukan Oranye Saat Asian Games

Megapolitan
Anggota Damkar Meninggal Setelah Padamkan Kebakaran di Sunter Agung

Anggota Damkar Meninggal Setelah Padamkan Kebakaran di Sunter Agung

Megapolitan
Menengok Persiapan Infrastruktur di DKI untuk Sambut Asian Games 2018

Menengok Persiapan Infrastruktur di DKI untuk Sambut Asian Games 2018

Megapolitan
Juara Piala Dunia, Perancis Panen Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara

Juara Piala Dunia, Perancis Panen Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara

Internasional
Perburuan Polisi Menangkap Teroris di Yogyakarta dan Indramayu

Perburuan Polisi Menangkap Teroris di Yogyakarta dan Indramayu

Nasional
Kini Ada LRT di Palembang, Seperti Apa Kisah Kereta Api di Sumatera pada Masa Lalu?

Kini Ada LRT di Palembang, Seperti Apa Kisah Kereta Api di Sumatera pada Masa Lalu?

Nasional

Close Ads X