Buya Syafii Temui Tiga Konglomerat Minta Bantu Atasi Ketimpangan

Kompas.com - 17/07/2017, 14:08 WIB
Buya Syafii Maarif saat berada di Pura Pakualaman menghadiri Jumenengan PA X KOMPAS.com/ Wijaya KusumaBuya Syafii Maarif saat berada di Pura Pakualaman menghadiri Jumenengan PA X
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Sayafii Maarif mengaku sudah berkomunikasi dengan tiga orang konglomerat di Indonesia.

Buya meminta para konglomerat untuk turut serta dalam mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi yang ada di tanah air.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu. Enggak usah saya sebut namanya," ujar Buya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (17/7/2017).

"Saya bilang, kalau ketimpangan (sosial dan ekonomi) ini dibiarkan begini, rakyat ngamuk bagaimana? Mereka lalu paham betul. Jadi memang harus turun tangan para konglomerat ini untuk ikut memberdayakan rakyat," lanjut dia.

Buya memiliki ide, para pengusaha itu berkomitmen dengan prinsip ekonomi kerakyatan terlebih dahulu.

Setelah itu, mereka akan ikut membantu usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di daerah.

Tentang bagaimana bentuk bantuan tersebut, Buya belum bisa menjelasakannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Intinya pengusaha di setiap kota dan kabupaten yang memiliki komitmen dengan ekonomi kerakyatan sehingga pertumbuhan yang berkeadilan terwujud," ujar dia.

Buya mengaku, sudah melaporkan aksinya tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Jokowi, sebut Buya, setuju akan hal tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Nasional
Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Nasional
Airlangga: Jangan Sampai Ada Gelombang Ketiga Covid-19

Airlangga: Jangan Sampai Ada Gelombang Ketiga Covid-19

Nasional
Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani Segera Disidang di PN Jakpus

Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani Segera Disidang di PN Jakpus

Nasional
Tak Sampaikan Hasil Penyelidikan ke Publik, KPI Diduga Tak Serius Tangani Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Internalnya

Tak Sampaikan Hasil Penyelidikan ke Publik, KPI Diduga Tak Serius Tangani Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Internalnya

Nasional
UPDATE 17 September: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 21,29 Persen

UPDATE 17 September: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 21,29 Persen

Nasional
Presiden Jokowi Dinilai Punya Tanggung Jawab Bantu Pegawai KPK yang Dipecat

Presiden Jokowi Dinilai Punya Tanggung Jawab Bantu Pegawai KPK yang Dipecat

Nasional
Pangkoarmada I Pastikan 4 KRI Beroperasi Menjaga Laut Natuna Utara

Pangkoarmada I Pastikan 4 KRI Beroperasi Menjaga Laut Natuna Utara

Nasional
UPDATE: 388.292 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 6,35 Persen

UPDATE: 388.292 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 6,35 Persen

Nasional
UPDATE: Ada 234.397 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 234.397 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 17 September: 68.942 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 September: 68.942 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Nadiem Minta Mahasiswa yang Ikut Program Terkait Kampus Merdeka Diberi 20 SKS

Nadiem Minta Mahasiswa yang Ikut Program Terkait Kampus Merdeka Diberi 20 SKS

Nasional
UPDATE 17 September: Sebaran 3.835 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jatim

UPDATE 17 September: Sebaran 3.835 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jatim

Nasional
UPDATE: Bertambah 219, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 140.138 Jiwa

UPDATE: Bertambah 219, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 140.138 Jiwa

Nasional
Jokowi ke Kepala Daerah: Jangan Tergesa-gesa Sampaikan Penurunan Covid-19 ke Masyarakat

Jokowi ke Kepala Daerah: Jangan Tergesa-gesa Sampaikan Penurunan Covid-19 ke Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.