Kompas.com - 14/07/2017, 13:17 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution Ketika Ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (9/6/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Koordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution Ketika Ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (9/6/2017).
|
EditorBayu Galih

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah akan membangun lembaga pendidikan vokasional di sejumlah kota besar di Indonesia. Pembangunan pendidikan vokasional tersebut akan bekerja sama dengan Swiss.

"Gambarannya, di Solo kita punya ATMI. Di Bandung kita juga punya. Kita mau replikasi begitu di hampir setiap kota besar," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7/2017).

Presiden Joko Widodo, lanjut Darmin, sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Swiss terkait rencana tersebut.

Pada Jumat pagi ini, Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan dari Kepala Departemen Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss, Johann N. Schneider Ammann di Istana Kepresidenan Bogor.

(Baca: Jokowi Terima Delegasi Swiss, Bahas Kerja Sama Pendidikan Vokasional)

Salah satu topik pembicaraan itu adalah soal kerja sama di bidang pendidikan vokasional itu.

"Menteri Johann itu menawarkan hal ini, sehingga kami ini antusias untuk menanggapinya. Saya juga sudah berbicara untuk menindaklanjuti segera," ujar Darmin.

Rencananya, Darmin beserta menteri teknis terkait bakalan menindaklanjuti pembicaraan antara Jokowi dengan Johann supaya pada pertemuan Jokowi-Johann berikutnya, sudah didapat poin kerja sama yang lebih detail.

"Saya akan menindaklanjutinya segera, sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke Swiss. Mungkin akhir tahun sehingga pas waktunya kita sudah siap dengan kerja sama yang lebih rinci di bidang vokasional," ujar Darmin.

Dalam pertemuan itu sendiri, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Sekretaris Negara Pratikno serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Adapun, Johann didampingi lima delegasi lainnya, antara lain Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baurmann, Presiden Swiss Global Enterprise Ruth Metzler Arnold dan salah satu anggota parlemen Swiss Claude Begle.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Persidangan Rizieq: Massa 3.000 Orang Menyambut di Megamendung, 20 Orang Reaktif Pascakerumunan

Fakta Persidangan Rizieq: Massa 3.000 Orang Menyambut di Megamendung, 20 Orang Reaktif Pascakerumunan

Nasional
Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 9/2021, Pertegas Perpanjangan Kembali PPKM Mikro

Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 9/2021, Pertegas Perpanjangan Kembali PPKM Mikro

Nasional
Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kilogram Narkoba di Sumut

Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kilogram Narkoba di Sumut

Nasional
Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah 4.952 dan Klaim Pemerintah soal Keberhasilan PPKM Mikro

Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah 4.952 dan Klaim Pemerintah soal Keberhasilan PPKM Mikro

Nasional
TNI AL Bongkar Penyelundupan 100 Kg Narkoba di Perairan Muara Sungai Asahan

TNI AL Bongkar Penyelundupan 100 Kg Narkoba di Perairan Muara Sungai Asahan

Nasional
Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Kendalikan Covid-19, Kasus Aktif Turun

Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Kendalikan Covid-19, Kasus Aktif Turun

Nasional
Fakta Terbaru Jozeph Paul Zhang, Nama Asli Terungkap hingga Mengaku Sudah Bukan WNI

Fakta Terbaru Jozeph Paul Zhang, Nama Asli Terungkap hingga Mengaku Sudah Bukan WNI

Nasional
Mensos Risma Akan Berikan Santunan Pada Keluarga Korban Bom Makassar dan Penembakan KKB

Mensos Risma Akan Berikan Santunan Pada Keluarga Korban Bom Makassar dan Penembakan KKB

Nasional
Jozeph Paul Zhang Mengaku Sudah Lepas Status WNI

Jozeph Paul Zhang Mengaku Sudah Lepas Status WNI

Nasional
Kelanjutan Vaksin Nusantara, KSAD, Menkes, dan BPOM Teken Nota Kesepahaman

Kelanjutan Vaksin Nusantara, KSAD, Menkes, dan BPOM Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Ketika Hasto Berkontemplasi tentang Megawati dan Dewi Cinta

Ketika Hasto Berkontemplasi tentang Megawati dan Dewi Cinta

Nasional
Berlaku Mulai 20 April, Ini yang Harus Diketahui soal PPKM Mikro 25 Provinsi

Berlaku Mulai 20 April, Ini yang Harus Diketahui soal PPKM Mikro 25 Provinsi

Nasional
Mudik Lebaran Dilarang, Menag: Kita Tak Akan Kehilangan Pahala Apa pun

Mudik Lebaran Dilarang, Menag: Kita Tak Akan Kehilangan Pahala Apa pun

Nasional
Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X