Jaksa Agung Dukung Pansus Hak Angket KPK, Ini Alasannya

Kompas.com - 13/07/2017, 14:44 WIB
Jaksa Agung RI, Muhammad Prasetyo. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAJaksa Agung RI, Muhammad Prasetyo.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemui Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dalam forum tertutup selama lebih dari dua jam, Kamis (13/7/2017).

Prasetyo mengatakan, dalam pertemuan itu, pansus membahas mengenai tugas pokok dan kegiatan yang sudah berlangsung.

Prasetyo mengaku mendukung Pansus Hak Angket KPK karena menganggapnya sebagai upaya perbaikan penegak hukum ke depan.

"Kehadiran pansus ke Kejagung sangat positif, kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan selama ini. Sekali lagi, semata untuk perbaikan," ujar Prasetyo di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/7/2017).


Prasetyo mengatakan, pro dan kontra atas kegiatan pansus wajar saja terjadi. Jika dari kegiatan pansus ternyata ditemukan kekurangan, maka perlu diperbaiki.

Dari obrolan dengan pansus, kata Prasetyo, ditegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyandung kinerja KPK atau upaya melemahkan.

"Tidak ada sama sekali untuk mengerdilkan, mendiskreditkan, melemahkan, apalagi membubarkan lembaga yang memang masih kita perlukan keberadaannya. Kita tahu persis betapa masifnya korupsi di negara kita," kata Prasetyo.

"Saya harap semua pihak bisa menerima apa yang sedang positif dikerjakan untuk kepentingan perbaikan ini," ujar mantan anggota DPR dari Partai Nasdem ini.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, kedatangan mereka merupakan kunjungan kelembagaan dalam rangka silaturahim. Fahri juga menjelaskan kedudukan mereka sebagai lembaga pengawas dan kewenangan menggunakan hak angket.

Kejaksaan, kata Fahri, merupakan bagian dari terselenggaranya KPK karena banyak jaksa yang ditempatkan di lembaga antirasuah itu.

(Baca juga: Kamis Ini Pansus Angket KPK Sambangi Jaksa Agung, Apa yang Didalami?)

Dalam kegiatan pansus nantinya akan memerlukan kerja sama Kejaksaan Agung untuk menjelaskan fungsi kedudukan pribadi dan kelembagaan yang diperlukan dalam pemeriksaan hak angket.

"Mudah-mudahan kerja samanya bisa berlanjut ke depan, khususnya menemani Pansus Angket ini melihat dan memantau dalam melaksanakan tugasnya sampai akhirnya nanti disimpulkan nanti temuannya," kata Fahri.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X