Kubu Hary Tanoe Hadirkan Bukti Wawancara Jaksa Yulianto di Televisi

Kompas.com - 13/07/2017, 11:22 WIB
Ketua Tim Pengacara Hary Tanoesoedibjo, Munathsir Mustaman. Rabu (12/7/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusKetua Tim Pengacara Hary Tanoesoedibjo, Munathsir Mustaman. Rabu (12/7/2017)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua tim pengacara Hary Tanoesoedibjo, Munathsir Mustaman mengatakan, pihaknya akan menghadirkan video wawancara Jaksa Yulianto di televisi sebagai bukti tambahan dalam sidang lanjutan praperadilan melawan penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri, Kamis (13/7/2017).

"Ada beberapa rekaman video yang kami lampirkan, (video tentang) pada saat Pak Yulianto wawancara di stasiun televisi," kata Munathsir, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis siang.

Rekaman video ini menjadi bukti tambahan yang akan diserahkan kubu Hary Tanoe kepada hakim praperadilan. Melalui video ini kubu Hary ingin menunjukan bahwa Jaksa Yulianto tidak terlihat mengalami ancaman seperti yang dia laporkan.

"Dari penampilan sih saya lihat tidak ada ancaman psikis. Pada saat itu kondisinya bugar, tidak sesuai dengan yang dilaporkan dia mengalami ancaman," ujar Munathsir.

Dirinya mengatakan, Hary dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45 B UU ITE.

Dalam penjelasan Pasal 45 B UU ITE, lanjut dia, ketentuan dalam pasal ini termasuk juga di dalamnya perundungan di dunia siber (cyber bullying) yang mengandung unsur ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dan mengakibatkan kekerasan fisik, psikis, dan/atau kerugian materiel.

Jika korbannya mengalami kekerasan fisik, maka harus ada bukti visum untuk membuat laporan polisi. Sementara jika korbannya mengalami kekerasan psikis, harus ada surat keterangan dari psikolog untuk membuat laporan ke polisi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Terlambatnya Pemberitahuan SPDP pada Kasus Hary Tanoe Dinilai Pelanggaran)

Namun, dalam kasus ini, Yulianto yang disebut merasa diancam dengan sms Hary Tanoe tidak menyertakan pemeriksaan psikolog.

"Tapi dalam kasus ini tidak ada dilampirkan visumnya, kemudian kalau misalnya Yulianto mengalami kekerasan psikis ya pastikan namanya kekerasan psikis itu harus ada keterangan dari psikologi, ahli kejiwaan," ujar Munathsir.

Sementara itu, Munathsir mengatakan, dari pihak Polri akan menghadirkan ahli pidana pada sidang lanjutan hari ini.

(Baca juga: Polisi Siapkan Materi agar Hary Tanoe Kalah di Praperadilan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Jangan Pernah Lalai Pakai Masker, Cuci Tangan, Hindari Kerumunan

Jokowi: Jangan Pernah Lalai Pakai Masker, Cuci Tangan, Hindari Kerumunan

Nasional
Komnas HAM Periksa Kepala BKN Bima Haria Wibisana Besok

Komnas HAM Periksa Kepala BKN Bima Haria Wibisana Besok

Nasional
Kemenkumham Telusuri Keabsahan Data Diri Adelin lis

Kemenkumham Telusuri Keabsahan Data Diri Adelin lis

Nasional
Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Percepat Realisasi APBD Tahun 2021

Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Percepat Realisasi APBD Tahun 2021

Nasional
Politisi PDI-P Ikhsan Yunus Bantah Minta Jatah Paket Bansos ke Juliari Batubara

Politisi PDI-P Ikhsan Yunus Bantah Minta Jatah Paket Bansos ke Juliari Batubara

Nasional
Sedang Selidiki Korupsi di Pemprov Aceh, KPK Benarkan Periksa Sejumlah Pejabat

Sedang Selidiki Korupsi di Pemprov Aceh, KPK Benarkan Periksa Sejumlah Pejabat

Nasional
Ingin Populerkan 'Salam Pancasila', Megawati: Untuk Mengingatkan Kita sebagai Nasionalis yang Cinta Negara Ini

Ingin Populerkan 'Salam Pancasila', Megawati: Untuk Mengingatkan Kita sebagai Nasionalis yang Cinta Negara Ini

Nasional
Sidang Juliari, Hotma Sitompul Bantah Terima Fee Rp 3 Miliar dari Kemensos

Sidang Juliari, Hotma Sitompul Bantah Terima Fee Rp 3 Miliar dari Kemensos

Nasional
Megawati: Saya Saja Di-'lockdown' Anak-anak, Tak Boleh ke Mana-mana

Megawati: Saya Saja Di-"lockdown" Anak-anak, Tak Boleh ke Mana-mana

Nasional
Terjadi Penembakan di Dekat Rumah Kepala BIN Budi Gunawan

Terjadi Penembakan di Dekat Rumah Kepala BIN Budi Gunawan

Nasional
Jokowi: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Kita Harus Bekerja Lebih Keras

Jokowi: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Kita Harus Bekerja Lebih Keras

Nasional
Mendagri: Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Kita Anggap Remeh

Mendagri: Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Kita Anggap Remeh

Nasional
Imigrasi: Pengajuan Paspor Adelin Lis dengan Nama Hendro Leonardi Tahun 2008 Tak Terdeteksi

Imigrasi: Pengajuan Paspor Adelin Lis dengan Nama Hendro Leonardi Tahun 2008 Tak Terdeteksi

Nasional
Beri Kesaksian, Anggota DPR Ihsan Yunus Sebut Dirinya Ditanya soal Pengadaan Bansos

Beri Kesaksian, Anggota DPR Ihsan Yunus Sebut Dirinya Ditanya soal Pengadaan Bansos

Nasional
Samin Tan Didakwa Menyuap Rp 5 Miliar Terkait Kontrak Tambang Batubara

Samin Tan Didakwa Menyuap Rp 5 Miliar Terkait Kontrak Tambang Batubara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X