Jokowi Minta Djarot Tekan Angka Pengangguran di Jakarta

Kompas.com - 11/07/2017, 19:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendorong pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota, salah satunya dengan menekan angka pengangguran.

Catatan Jokowi, ekonomi Ibu Kota tumbuh 6,48 persen pada triwulan pertama 2017.

Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,1 persen.

Dengan pertumbuhan ekonomi demikian, angka pengangguran bisa ditekan menjadi 5,3 persen alias turun 0,41 poin dibanding tahun 2017.


"Saya harap pencapaian ini dapat ditingkatkan lagi dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru serta mampu lebih banyak menyerap tenaga kerja," ujar Jokowi, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Jokowi mengatakan, sebagai Ibu Kota Negara, dan kota terbesar di Indonesia, DKI Jakarta punya beragam persoalan, seperti ketenagakerjaan, urbanisasi, kemiskinan, ketimpangan sosial, penyediaan fasilitas humum hingga ke persoalan tata ruang.

Segala persoalan itu tidak dapat diselesaikan sendirian.

Jokowi meminta Pemprov DKI Jakarta pro-aktif bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan itu.

"Saya ingin mengingatkan, dalam menyelesaikan persoalan besar ini tidak bisa hanya diselesaikan hanya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semata, tapi juga memerlukan bantuan dan keterlibatan pemerintah pusat," ujar Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X