Jokowi Minta Polri Antisipasi Konflik Horizontal dan Vertikal - Kompas.com

Jokowi Minta Polri Antisipasi Konflik Horizontal dan Vertikal

Kompas.com - 10/07/2017, 14:49 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau pasukan saat upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017). Upacara peringatan hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara melibatkan 2.408 personel gabungan dari Polri, TNI, instansi terkait, hingga organisasi Pramuka. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Presiden Joko Widodo meninjau pasukan saat upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017). Upacara peringatan hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara melibatkan 2.408 personel gabungan dari Polri, TNI, instansi terkait, hingga organisasi Pramuka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Polri secara khusus mempersiapkan langkah mengantisipasi konflik vertikal atau horizontal di masyarakat.

Dalam pidato upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-71 di lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (10/7/2017), Presiden Jokowi memprediksi, potensi konflik semacam itu meningkat ke depannya.

"Potensi konflik horizontal maupun konflik vertikal dengan isu-isu primordial, misalnya suku, agama dan ras keturunan juga akan meningkat," ujar Jokowi.

(Baca: Jokowi: Jangan Sampai Pilkada Berikutnya Ada Isu SARA)

"Polri perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dini agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat stabil," lanjut dia.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Presiden Joko Widodo (tengah) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017). Upacara peringatan hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara melibatkan 2.408 personel gabungan dari Polri, TNI, instansi terkait, hingga organisasi Pramuka. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Presiden Joko Widodo (tengah) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017). Upacara peringatan hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara melibatkan 2.408 personel gabungan dari Polri, TNI, instansi terkait, hingga organisasi Pramuka.

Jokowi menegaskan, dirinya tidak ingin energi bangsa Indonesia terkuras habis untuk hal-hal yang tidak produktif seperti mengurusi ujaran kebencian, fitnah dan provokasi.

Apalagi tahun 2018 dan 2019, lanjut Jokowi, Indonesia akan kembali diisi agenda politik. Mulai dari pilkada serentak, pemilu legislatif hingga pemilu presiden dan wakil presiden.

"Polri harus mempersiapkan diri agar potensi kerawanan yang ada tidak berkembang menjadi konflik sosial yang luas," ujar Jokowi.


EditorSabrina Asril

Terkini Lainnya


Close Ads X