Kompas.com - 05/07/2017, 20:07 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis untuk puluhan angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis untuk puluhan angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya menyesalkan peristiwa penamparan yang dilakukan oleh seorang ibu kepada petugas perempuan aviation security (Avsec) di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado.

"Menyayangkan sikap arogansi kepada petugas aviation security di Bandara Sam Ratulangi Manado," kata Budi Karya lewat akun twitter, @BudiKaryaS.

Budi Karya pun berharap masalah ini bisa diselesaikan melalui proses hukum.

"Saya sudah minta agar segera lakukan upaya hukum," kata dia.

Bersama dengan kicauannya, Budi Karya turut mengunggah video yang kini sudah beredar luas dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, awalnya terlihat terjadi perdebatan antara wanita yang berbaju dan berkaca mata hitam dengan petugas Avsec. Tak lama, perempuan berbaju hitam itu langsung menampar petugas Asvec yang juga seorang perempuan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Tak Terima Diminta Copot Jam Tangan, Ibu Ini Tampar Petugas Bandara)

Corporate Communucation Departemen Head Angkasa Pura I Awaluddin sebelumnya mengkonfirmasi peristiwa dalam video itu terjadi pada Rabu (5/7/2017) pagi ini pukul 07.46 WIB.

Calon penumpang itu tidak terima saat diminta melepas jam tangan oleh petugas. Padahal, pemeriksaan ini sudah sesuai aturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor 2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang.

"Di sinilah yang sepengetahuan kami setelah dilakukan pemeriksaan ulang kembali untuk melepas jam tangan tersebut, calon penumpang emosi," ucap Awaluddin.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, saat ini upaya musyawarah masih diupayakan antara calon penumpang dan petugas bandara.

"Kami mediasi dulu lah, musyawarah dulu. Kami melakukan sesuai ketentuan. Kalau dia paham ya sudahlah. Tapi kalau enggak, kami pikirkan lagi apa yang terbaik," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Tegaskan Biaya Penanganan KIPI Akibat Vaksin Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Satgas Tegaskan Biaya Penanganan KIPI Akibat Vaksin Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Nasional
[POPULER NASIONAL] Buronan Adelin Lis Tertangkap di Singapura | Ridwan Kamil Minta Libur Panjang Idul Adha Ditiadakan

[POPULER NASIONAL] Buronan Adelin Lis Tertangkap di Singapura | Ridwan Kamil Minta Libur Panjang Idul Adha Ditiadakan

Nasional
Sederet Fakta Pemeriksaan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron oleh Komnas HAM

Sederet Fakta Pemeriksaan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron oleh Komnas HAM

Nasional
Informasi Terbaru soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang Perlu Diketahui Orangtua...

Informasi Terbaru soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang Perlu Diketahui Orangtua...

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lockdown dan Percepat Vaksinasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lockdown dan Percepat Vaksinasi

Nasional
Tak Setuju Pembongkaran Jalur Sepeda, Ulil: Simbol Teladan dalam Penataan Kota

Tak Setuju Pembongkaran Jalur Sepeda, Ulil: Simbol Teladan dalam Penataan Kota

Nasional
Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tekan Penularan Covid-19 akibat Varian Virus Corona Delta

Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tekan Penularan Covid-19 akibat Varian Virus Corona Delta

Nasional
Menpan-RB Serahkan Kebijakan Bekerja dari Rumah dan Kantor ke Masing-masing Kementerian dan Lembaga

Menpan-RB Serahkan Kebijakan Bekerja dari Rumah dan Kantor ke Masing-masing Kementerian dan Lembaga

Nasional
Terawan Ngotot Pengembangan Vaksin Nusantara Dilanjutkan, Epidemiolog: Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

Terawan Ngotot Pengembangan Vaksin Nusantara Dilanjutkan, Epidemiolog: Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

Nasional
Polisi Ungkap Modus Pinjol Ilegal 'Rp Cepat': Tawarkan Bunga Pinjaman Rendah tetapi Tagihan Tak Wajar

Polisi Ungkap Modus Pinjol Ilegal "Rp Cepat": Tawarkan Bunga Pinjaman Rendah tetapi Tagihan Tak Wajar

Nasional
KSP: Pembangunan IKN Hanya 10 Persen dari APBN, Sisanya Investasi

KSP: Pembangunan IKN Hanya 10 Persen dari APBN, Sisanya Investasi

Nasional
Soal Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Istana: Hak Prerogatif Presiden

Soal Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Istana: Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Kasus Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Epidemiolog: Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

Kasus Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Epidemiolog: Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Panglima TNI Minta Semua Pihak Putus Rantai Penularan Bersama

Kasus Covid-19 Meningkat, Panglima TNI Minta Semua Pihak Putus Rantai Penularan Bersama

Nasional
Pemerintah Diminta Terapkan Pembatasan Berskala Besar agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps

Pemerintah Diminta Terapkan Pembatasan Berskala Besar agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X