Hakim Sidang Patrialis Ingatkan Saksi agar Tak Terjerat Pidana Korporasi

Kompas.com - 03/07/2017, 16:36 WIB
Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar (tengah) saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017). Patrialis didakwa menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman. Suap tersebut diduga untuk memengaruhi putusan uji materi yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar (tengah) saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017). Patrialis didakwa menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman. Suap tersebut diduga untuk memengaruhi putusan uji materi yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan empat saksi dalam persidangan terhadap terdakwa mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/7/2017).

Keempat saksi tersebut adalah Kumala Dewi Sumartono, Resti Octavia Iskandar, Sutiknyo, dan Evi Julia Novarina.

Keempatnya merupakan  karyawan CV Sumber Laut Perkasa. Para saksi tersebut merupakan bawahan Basuki Hariman dan Ng Fenny, yang didakwa menyuap Patrialis Akbar.

Sepanjang persidangan, para saksi ditanya seputar proses pembukuan dan keuangan di CV Sumber Laut Perkasa.

Salah satunya terkait voucher uang senilai Rp 2 miliar yang diberi inisial MK.

Baca: Patrialis Mengaku Spontan Beri Saran Dekati Hakim Lain

Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango meminta para saksi tersebut untuk lebih berhati-hati dalam mengatur manajemen keuangan perusahaan.

Nawawi menasihati agar para pegawai mengetahui dengan pasti aliran dana yang dikeluarkan atau digunakan oleh perusahaan.

Menurut Nawawi, sikap hati-hati diperlukan untuk mengantisipasi pemidanaan terhadap korporasi yang melakukan korupsi.

"Apalagi sudah ada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.  Bisa-bisa pengurusnya yang kena. Jadi, hati-hati kalau bekerja," kata Nawawi.

Baca: Patrialis Sebut Uang 10.000 Dollar AS untuk Umrah adalah Piutang

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X