Pansus Hak Angket KPK Akan Temui Terpidana Korupsi di Lapas

Kompas.com - 03/07/2017, 15:34 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Sukamiskin, Bandung, Jalan AH. Nasution No. 114 Bandung, Jawa Barat. Lapas ini khusus bagi narapidana koruptor kelas kakap. KOMPAS.com/Rio KuswandiLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Sukamiskin, Bandung, Jalan AH. Nasution No. 114 Bandung, Jawa Barat. Lapas ini khusus bagi narapidana koruptor kelas kakap.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Khusus (Pansus) hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana meminta keterangan dari para koruptor yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin di Bandung dan Pondok Bambu, di Jakarta Timur, Kamis (6/7/2017).

Anggota Pansus Angket, Muhammad Misbakhun, menyatakan pihaknya berkepentingan untuk meminta keterangan dari para terpidana korupsi terkait proses penyidikan yang dilakukan KPK kepada mereka.

"Kami akan bertemu dengan beberapa terpidana kasus tipikor. Kami akan menggali informasi apa saja yang mereka rasakan selama ini sebagai terpidana korupsi," ujar Misbakhun seusai rapat internal pansus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Pada Kamis (6/7/2017) nanti, pansus akan memberangkatkan dua rombongan.

Ketua pansus angket, Agun Gunandjar Sudarsa, akan memimpin rombongan ke Sukamiskin sedangkan Wakil ketua pansus, Risa Mariska, akan memimpin rombongam ke Pondok Bambu.

(Baca: Ini Alasan Pansus Angket KPK Panggil Yusril)

Risa menambahkan, nantinya pansus akan menanyai beberapa terpidana korupsi terkait proses penyidikan yang mereka lalui di KPK.

"Apakah ada penyimpangan atu hal-hal yang melanggar HAM-lah. Karena kami sering dengar sebenarnya tapi kan kami enggak bisa bilang itu menjadi fakta kami. Kami harus csari faktanya," ujar Risa.

Ia mengatakan, pansus telah mengirim surat ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, terkait pemberitahuan kunjungan tersebut.

(Baca: Empat Agenda Utama Pansus Hak Angket KPK)

Hingga saat ini, Ditjen Pemasyarakatan belum merespons surat tersebut. Namun politisi PDI-P itu meyakini Ditjen Pemasyarakatan akan segera merespons.

Saat ditanya daftar nama yang akan dimintai keterangan, Risa mengaku belum memilikinya karena itu bergantung dari respons Ditjen Pemasyarakatan.

Sementara itu, Misbakhun menegaskan proses investigasi tersebut tidak terkait salah satu kasus, melainkan semua kasus sejak KPK berdiri.

"Ini menyeluruh, tidak terkait salah satu kasus," tutur Misbakhun.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X