Kompas.com - 03/07/2017, 14:44 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Kemananan Wiranto mengatakan, dua peristiwa penyerangan yang menyasar petugas kepolisian, tidak terdeteksi karena pelaku bekerja sendiri, bukan berjaringan.

Pekan lalu, terjadi dua penyerangan, di Markas Polda Sumatera Utara yang menewaskan dua orang polisi, dan penusukan di masjid dekat Markas Besar Polri, Jakarta, melukai dua orang polisi.

"Itu kan juga dilaksanakan oleh lone wolf ya, oleh satu aktivitas bukan dalam konteks jaringan tapi dalam konteks gerakan perorangan," ujar Wiranto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/7/2017). 

Wiranto mengatakan, para lone wolf itu disinyalir terpengaruh oleh ajaran radikal yang ada di internet.

Baca juga: "Lihat Anak-anakmu Ini Pak, Kenapa Kau Tinggalkan Kami?"

Oleh karena itu, mereka nekat melakukan aksi teror terhadap kepolisian.

"Ini tentu bagian tersendiri bagaimana kita mengamankan masyarakat Islam kita dari pengaruh seperti itu. Sedang terus kita usahakan," kata Wiranto.

Secara umum, ia mengklaim, situasi selama mudik lebaran relatif aman.

"Tadi dilaporkan relatif aman. Artinya aksi terorisme yang kita sinyalir akan ada aksi tertentu ternyata kali ini cukup terkendali," kata Wiranto.

Kompas TV Benarkah serangan terhadap polisi secara individu menjadi pola dari kelompok radikal terhadap polisi?

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.