Kompas.com - 25/06/2017, 20:53 WIB
Puluhan warga Jakarta mendatangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017). Mereka ingin bersilaturahim dan merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah bersama orang nomor dua di Indonesia itu. KOMPAS.com/Kristian ErdiantoPuluhan warga Jakarta mendatangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017). Mereka ingin bersilaturahim dan merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah bersama orang nomor dua di Indonesia itu.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan orang mendatangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017) sore. Mereka datang dari berbagai kawasan di Jakarta untuk bersilaturahim dan merayakan Lebaran bersama orang nomor dua di Indonesia itu.

Diana (43) warga Kebayoran Jakarta Selatan datang bersama kedua anaknya yang berumur 9 dan 10 tahun. Sejak pukul 17.00 WIB, Diana sudah mengantre berdama puluhan orang lainnya.

Mereka harus bersabar, sebab yang diprioritaskan masuk ke rumah dinas adalah pejabat negara. Sejumlah pejabat negara dan petinggi partai politik tampak hadir dan langsung memasuki rumah dinas JK.

"Ya harus sabar dikit, Mas. Harus antre, kalau pejabat kan bisa langsung masuk," ujar Diana saat berbincang dengan Kompas.com.

Diana tahu Wapres Kalla menggelar open house saat sebelumnya mendatangi Istana Negara untuk bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo. Namun saat tiba di Istana, Diana tidak bisa bertemu dengan Presiden Jokowi karena pukul 11.00 WIB Presiden harus bertolak ke Solo, Jawa Tengah.

"Saya tahu pas di Istana. Kata orang di sana, Pak JK bikin open house di rumah dinas. Makanya saya langsung ke sini, mudah-mudahan bisa bertemu Pak JK," kata dia.

Hingga pukul 18.00 WIB rumah dinas Wapres masih dipadati tamu dari berbagai kalangan. Tampak hadir pula duta besar dan perwakilan dari negara sahabat.

Sementara Diana harus tetap bersabar berdiri di antrean.

"Bapak Ibu yang terhormat mohon maaf karena padatnya tamu di dalam, yang masuk bergiliran ya," kata seorang anggota Paspampres yang berjaga di gerbang rumah dinas itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNN Sebut Kerangkeng Manusia di Langkat Bukan Tempat untuk Rehabilitasi Narkoba

BNN Sebut Kerangkeng Manusia di Langkat Bukan Tempat untuk Rehabilitasi Narkoba

Nasional
UPDATE 25 Januari: Bertambah 20 Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.247

UPDATE 25 Januari: Bertambah 20 Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.247

Nasional
UPDATE 25 Januari: Bertambah 4.878, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.294.183

UPDATE 25 Januari: Bertambah 4.878, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.294.183

Nasional
LPSK Bisa Lindungi Korban Kerangkeng Manusia di Langkat jika Ada Laporan

LPSK Bisa Lindungi Korban Kerangkeng Manusia di Langkat jika Ada Laporan

Nasional
Wapres Sayangkan Masih Banyak Pihak Identikkan Islam dengan Kekerasan

Wapres Sayangkan Masih Banyak Pihak Identikkan Islam dengan Kekerasan

Nasional
KPK Siap Fasilitasi Polisi dan Komnas HAM Dalami Penemuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

KPK Siap Fasilitasi Polisi dan Komnas HAM Dalami Penemuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Nasional
Ramai soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Apa Ancaman Hukuman Pelaku Perbudakan?

Ramai soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Apa Ancaman Hukuman Pelaku Perbudakan?

Nasional
Bareskrim Akan Tindaklanjuti Semua Laporan ke Edy Mulyadi

Bareskrim Akan Tindaklanjuti Semua Laporan ke Edy Mulyadi

Nasional
Maruf Amin: Indonesia Berpacu dengan Waktu Kejar Sertifikasi Halal pada 2024

Maruf Amin: Indonesia Berpacu dengan Waktu Kejar Sertifikasi Halal pada 2024

Nasional
Pengakuan Bupati Langkat Soal Kerangkeng Manusia di Rumahnya

Pengakuan Bupati Langkat Soal Kerangkeng Manusia di Rumahnya

Nasional
Stafsus Mendagri: Dugaan Perbudakan Manusia di Rumah Bupati Langkat Persoalan Serius

Stafsus Mendagri: Dugaan Perbudakan Manusia di Rumah Bupati Langkat Persoalan Serius

Nasional
Sejarawan Bonnie Triyana Dilaporkan di Belanda karena Artikel Periode “Bersiap”

Sejarawan Bonnie Triyana Dilaporkan di Belanda karena Artikel Periode “Bersiap”

Nasional
BNPT Sebut Penetapan Munarman sebagai Tersangka Teroris Tak Berkaitan dengan Jabatan di FPI

BNPT Sebut Penetapan Munarman sebagai Tersangka Teroris Tak Berkaitan dengan Jabatan di FPI

Nasional
DJSN: Kelas Standar BPJS Kesehatan Tak Hanya untuk Kurangi Defisit

DJSN: Kelas Standar BPJS Kesehatan Tak Hanya untuk Kurangi Defisit

Nasional
Pemerintah Perluas Imunisasi Wajib Jadi 14 Vaksin, Salah Satunya Vaksin Kanker Servik

Pemerintah Perluas Imunisasi Wajib Jadi 14 Vaksin, Salah Satunya Vaksin Kanker Servik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.