Ketua MUI : Jadikan Idul Fitri Momen Rekonsiliasi

Kompas.com - 24/06/2017, 20:05 WIB
Abba Gabrillin Ketua MUI Maruf Amin, saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) KH Maruf Amin berharap agar Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah menjadi ajang rekonsiliasi kelompok masyarakat yang akhir-akhir ini terbelah.

"Kemarin-kemarin ini agak gaduh karena ada pihak-pihak yang tidak bisa menahan diri. Masing-masing tidak dapat mengendalikan diri sehingga terjadi ketidakpercayaan," ujar Maruf di Kantor Kementerian Agama, Sabtu (24/6/2017).

"Nah sekarang kita harus mulai menahan diri, meminta maaf lagi. Kita selesaikan persoalan yang ada dan kita utuh lagi setelah Ramadhan ini sebagai satu bangsa," lanjut dia.

Baca: Ketua MUI: Khilafah Bertentangan dengan Sistem Pemerintahan Kita

Umat Muslim sudah mendapatkan ujian selama sebulan penuh melalui menahan lapar dan dahaga.

Sehingga, setelah bulan Ramadhan seharusnya lebih dewasa dalam hal keimanan dibandingkan sebelumnya. Sehingga rekonsiliasi bisa terwujud.

"Makna Idul Fitri itu kita semua kembali kepada kesucian setelah dilatih berpuasa selama sebulan. Kita dilatih untuk kembali menjadi manusia baru yang lebih segar. Karena itu kesucian Ramadhan harus dipertahankan dan ditingkatkan setelah Ramadhan," ujar Maruf.



EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X