Kompas.com - 22/06/2017, 20:32 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi memberikan teguran keras kepada Lion Air di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/5/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenhub Budi Karya Sumadi memberikan teguran keras kepada Lion Air di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/5/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan kasus tertangkapnya seorang pilot maskapai swasta oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat, sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Budi saat ditemui di acara diskusi dengan media yang mengangkat tema "Mudik Bareng Guyub Rukun" di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Budi hanya menjawab singkat saat dimintai tanggapan mengenai hal ini.

"Ya sesuai ketentuan saja," kata Budi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata mengatakan hal senada. Pihaknya menyerahkan kasus tertangkapnya pilot tersebut kepada BNN.

"Diserahkan pada mekanisme hukum yang berlaku saja," ujar Barata.

Barata mengatakan, pengawasan terhadap pilot bakal terus diperketat. Pilot pun, lanjut dia, melalui pemeriksaan setiap kali akan berangkat.

"Mekanisme pengawasan kita sudah tersedia ada x-ray segala macam," ujar Barata.

Sebelumnya, BNNP NTB menahan RS, oknum pilot maskapai penerbangan swasta yang merupakan warga negara asing asal India. RS ditahan karena terindikasi positif menggunakan narkoba.

(Baca: Positif Narkoba, BNNP NTB Tahan Pilot Asing Asal India)

Kepala BNNP NTB, Kombes Pol Sukisto mengatakan, RS ditahan setelah petugas BNN melakukan tes urine pada pilot dan kru pesawat di Lombok International Airport (LIA), Rabu (21/6/2017).

Dari pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti narkotika yang diduga jenis hasis seberat 5,03 gram. 

Kompas TV Pilot Lion Air berinisial RS terbukti menggunakan dan membawa narkoba.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Nasional
Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Nasional
Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

Nasional
Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X