Alasan Penembak Pesawat Susi Air Sulit Diidentifikasi

Kompas.com - 20/06/2017, 12:16 WIB
Pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC saat dievakuasi ke parkiran apron Bandara Mulia, Jumat (16/5/2017). dok Polda PapuaPesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC saat dievakuasi ke parkiran apron Bandara Mulia, Jumat (16/5/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, hingga saat ini polisi belum mengidentifikasi pelaku penembakan pesawat Susi Air di Puncak Jaya, Papua.

Menurut dia, pelaku merupakan kelompok kriminal bersenjata yang sehari-hari hidup berbaur dengan masyarakat.

"Yang agak sedikit kesulitan, mereka berbaur, melakukan aktivitas masyarakat normal," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Saat ini, gabungan Polri dan TNI mengerahkan personel ke sejumlah pos yang telah dibangun untuk mengantisipasi aksi lanjutan.

Boy mengatakan, di sejumlah titik di Papua, terutama di wilayah pegunungan, banyak aktivitas kelompok kriminal bersenjata yang sporadis.

"Kami terus lakukan langkah untuk identifikasi pelakunya," kata Boy.

Karena mereka berbaur dengan masyarakat, maka polisi tidak bisa menggeneralisasi kelompok masyarakat tertentu.

Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, gangguan mereka juga dilakukan di pemukiman masyarakat. Setelah itu mereka kembali lagi ke tempat persembunyian.

"Biasanya diiringi motif ekonomi seperti merampas barang masyarakat," kata Boy.

(Baca juga: Kelompok Separatis Papua Diduga Terlibat Penembakan Pesawat Susi Air)

Pesawat tersebut berisi lima anggota Brimob Polri dan dua warga sipil. Mereka baru kembali dari pengamanan pemungutan suara ulang di suatu distrik di Papua.

Pesawat mendarat darurat karena mengalami pecah ban akibat ditembak. Badan pesawat di bagian punggung juga terkena tembakan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X