6 Orang yang Ditangkap di Mojokerto Tiba di Gedung KPK

Kompas.com - 17/06/2017, 16:46 WIB
Orang yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Mojokerto, riba di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/6/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINOrang yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Mojokerto, riba di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/6/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak enam orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mojokerto, tiba di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (17/6/2017) sore.

Pantauan Kompas.com, enam orang yang semuanya adalah laki-laki tersebut dibawa dengan menggunakan enam mobil yang berbeda.

Mobil yang membawa mereka tiba di lobi gedung KPK secara bergantian. Selain didampingi penyidik dan petugas KPK, keenam orang tersebut dikawal anggota Brimob.

(Baca: KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Mojokerto)

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK. Juru bicara KPK Febri Diansyah hanya membenarkan bahwa satuan Tugas KPK melakukan OTT, di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

"Benar, Jumat tengah malam kemarin ada kegiatan OTT oleh tim kami di Mojokerto," kata Febri Diansyah, Sabtu (?17/6/2017).

Meski demikian, Febri belum mau membocorkan OTT tersebut terkait kasus apa, termasuk identitas orang yang telah diamankan oleh penyidik KPK.

(Baca: PDI-P Akan Pecat Kadernya jika Terkena OTT KPK di Mojokerto)

Febri menuturkan, soal OTT tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers sore ini di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Harap Kapasitas Industri Otomotif Dalam Negeri Ditingkatkan

Jokowi Harap Kapasitas Industri Otomotif Dalam Negeri Ditingkatkan

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Covid-19 di Banyak Negara Melonjak karena Tak Waspada

Jokowi: Hati-hati, Covid-19 di Banyak Negara Melonjak karena Tak Waspada

Nasional
Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional
Peleburan Kemenristek Dinilai Bertentangan dengan UU, Riset Juga Akan Mundur

Peleburan Kemenristek Dinilai Bertentangan dengan UU, Riset Juga Akan Mundur

Nasional
PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

Nasional
ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

Nasional
Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Nasional
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Nasional
DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Nasional
RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

Nasional
Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Nasional
Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Nasional
Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X