Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/06/2017, 09:53 WIB
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba, yang ditangkap KPK, pernah diberi sanksi karena melakukan pelanggaran etik.

Hal itu dikatakan Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono saat berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (9/6/2017) malam.

"Agaknya yang bersangkutan pernah melakukan pelanggaran etik, saat yang bersangkutan bertugas di Purwakarta," ujar Widyo Pramono.

Menurut Widyo, pelanggaran etik yang dilakukan Parlin Purba terkait ucapan atau kata-kata yang tidak rasional, atau tidak berlandaskan hukum.

 

(baca: Ini Pesan Jamwas saat Temui Jaksa Kejati Bengkulu yang Ditangkap KPK)

Atas kata-kata tersebut, Parlin dikenai sanksi dan dimutasi dari tempatnya bekerja di Purwakarta.

"Makanya yang bersangkutan dipindahkan dari Purwakarta ke Bengkulu, karena yang bersangkutan kena pinalti," kata Widyo.

Dalam operasi tangkap tangan di Bengkulu, KPK menangkap tiga orang, yang salah satunya adalah Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba.

(baca: Kronologi Operasi Tangkap Tangan Jaksa di Bengkulu)

Selain itu, tim KPK juga menangkap pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu, Amin Anwari, dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjudo Murni Suhardi.

Suap yang diberikan kepada Parlin diduga berhubungan dengan pengumpulan data dan bahan keterangan indikasi korupsi terkait proyek pembangunan irigasi yang berada di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu.

Saat operasi tangkap tangan, tim KPK menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 10 juta. Diduga, sebelumnya Parlin telah menerima uang sebesar Rp 150 juta.

Kompas TV KPK Tetapkan Tersangka Kasus Suap Kejati Bengkulu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.