Ini Pesan Jamwas Saat Temui Jaksa Kejati Bengkulu yang Ditangkap KPK

Kompas.com - 10/06/2017, 09:48 WIB
Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono dalam jumpa pers terkait operasi tangkap tangan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (9/6/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINJaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono dalam jumpa pers terkait operasi tangkap tangan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (9/6/2017).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono sempat menemui Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba, yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK.

Widyo pun sempat menyampaikan beberapa hal kepada Parlin.

"Saya katakan, Kejaksaan prihatin terhadap apa yang terjadi dan pada apa yang Anda lakukan. Ini jadi pelajaran terakhir bagi kamu dan jaksa-jaksa yang lain. Semoga tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini," ujar Widyo saat ditemui di Gedung KPK Jakarta, Jumat (9/6/2017) malam.

Selain itu, menurut Widyo, ia juga berpesan agar Parlin Purba bersikap kooperatif terhadap penyidikan yang dilakukan KPK.

(baca: Kronologi Operasi Tangkap Tangan Jaksa di Bengkulu)

Widyo meminta agar Parlin memberikan keterangan sesuai dengan apa yang ia ketahui.

"Secara tidak langsung, itu akan membantu sepenuhnya KPK dalam proses penyidikan," kata Widyo.

Dalam operasi tangkap tangan di Bengkulu, KPK menangkap tiga orang, yang salah satunya adalah Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba.

(baca: Jaksa Agung Tak Akan Halangi KPK Usut Oknum Kejati Bengkulu)

Selain itu, tim KPK juga menangkap pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu, Amin Anwari, dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjudo Murni Suhardi.

Suap yang diberikan kepada Parlin diduga berhubungan dengan pengumpulan data dan bahan keterangan indikasi korupsi terkait proyek pembangunan irigasi yang berada di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu.

Saat operasi tangkap tangan, tim KPK menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 10 juta. Diduga, sebelumnya Parlin telah menerima uang sebesar Rp 150 juta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X