Kompas.com - 08/06/2017, 23:46 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu kembali buntu atau deadlock.

Keputusan terkait lima isu krusial yang sedianya diputuskan hari ini, Kamis (8/6/2017), tak kunjung bisa diambil. Akhirnya, pengambilan keputusan disepakati Selasa (13/6/2017) mendatang.

Lima isu tersebut adalah presidential threshold, parliamentary threshold, district magnitude, metode konversi suara, dan sistem pemilu.

"Selasa siang pukul 14.00 WIB keputusan diambil," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy, saat menutup rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

(Baca juga: Dua Isu Krusial RUU Pemilu Kemungkinan Dilakukan Voting di Paripurna)

 

Ia mempersilakan masing-masing partai untuk bertemu satu sama lain melakukan lobi terkait lima isu krusial tersebut.

Lobi, kata Lukman, dilakukan dengan sistem paket. Artinya akan ada tawar menawar antar partai terkait kelima isu tersebut.

"Selasa, lobi tetap tak menemukan kesepakatan, keputusan tetap diambil," ujar politisi PKB itu.

Kompas TV Lukman menargetkan RUU penyelenggaraan pemilu disahkan pada 18 Mei 2017.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.