Densus 88 Tangkap 8 Anggota Kelompok JAD di Medan dan Banten

Kompas.com - 08/06/2017, 14:14 WIB
Sejumlah petugas mendatangi rumah kontrakan yang digunakan salah seorang terduga teroris Adam Noor Syam di kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan. Rabu (21/12/2016). Tiga orang terduga teroris meninggal dalam proses penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di kecamatan Setu Tangerang Selatan.. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah petugas mendatangi rumah kontrakan yang digunakan salah seorang terduga teroris Adam Noor Syam di kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan. Rabu (21/12/2016). Tiga orang terduga teroris meninggal dalam proses penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di kecamatan Setu Tangerang Selatan..
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap sejumlah anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di beberapa tempat di Medan dan Banten.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kelompok tersebut tidak melancarkan serangan seperti yang beberapa kali dilakukan sebelumnya.

"Kita tahu beberapa anggota jaringan ini melakukan beberapa tindak pidana terorisme, diantaranya yang di Kampung Melayu," ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

(baca: Ditangkap, Pria yang Perintahkan Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu)

Tiga orang yang ditangkap di Medan, yaitu R (37), J (41), dan A (46).

Sedangkan lima orang yang ditangkap di Banten yakni SU, S (45), K (42), A (34), dan EM (52).

Martinus mengatakan, Densus 88 masih mendalami peran dan keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi terorisme.

"Penindakan ini supaya tidak timbul lagi aksi bom bunuh diri dan aksi teror lainnya di mana yang dilakukan mereka menyerang pihak kepolisian," kata Martinus.

 

(baca: Polri Tetapkan 4 Tersangka Teror Bom Kampung Melayu)

Martinus mengatakan, JAD memiliki beberapa rayon atau cabang kelompok yang tersebar di sejumlah daerah.

Kasus bom Kampung Melayu beberapa waktu lalu dilakukan oleh JAD di Bandung Raya.

Dengan demikian, sebagai langkah antisipasi, polisi "menyandung" langkah mereka dengan melakukan penindakan sebelum aksi selanjutnya menyusul.

"Penyidik Densus lakukan penyelidikan untuk ungkap siapa saja yang masuk dalam jaringan ini. Semua (rayon) akan dilakukan penindakan supaya jangan muncul upaya mereka lakukan bom bunuh diri," kata Martinus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X