Aktivis 1998 Desak KPK Usut Dugaan Keterlibatan Amien Rais dalam Kasus Alkes

Kompas.com - 07/06/2017, 15:00 WIB
Puluhan aktivis reformasi 1998 yang tergabung dalam organisasi Rumah Gerakan 98 mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/6/2017). Kedatangan para aktivis 98 tersebut bermaksud untuk memberikan dukungan kepada KPK agar berani mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais.  KOMPAS.com/Kristian ErdiantoPuluhan aktivis reformasi 1998 yang tergabung dalam organisasi Rumah Gerakan 98 mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/6/2017). Kedatangan para aktivis 98 tersebut bermaksud untuk memberikan dukungan kepada KPK agar berani mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan aktivis reformasi 1998 yang tergabung dalam organisasi Rumah Gerakan 98 mendatangi gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/6/2017).

Mereka membawa dua buah poster bergambar mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Di kedua poster tersebut juga terpampang kalimat yang menyatakan dukungan kepada KPK agar mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

(baca: PAN Utus Anak Amien Rais Gabung Pansus Hak Angket KPK)

Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard Ali Mumbang Halolo mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memberikan dukungan kepada KPK dan mendesak agar berani mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais dalam kasus tersebut.

"Kami mendesak KPK untuk mendalami dan memproses Amien Rais yang menerima aliran dana yang diduga sebagai hasil korupsi proyek pengadaan alat kesehatan," ujar Bernard usai bertemu dengan pimpinan Humas KPK di gedung KPK, Jakarta (7/6/2017).

Selain itu, Bernard juga berharap seluruh tokoh dan elemen masyarakat bersama-sama mengawal KPK terkait adanya potensi intimidasi setelah Jaksa KPK mengungkap fakta persidangan terkait Amien Rais.

(baca: Datangi DPR, Amien Rais Mengaku Bahas Pansus Angket KPK)

Berdasarkan fakta persidangan, jaksa KPK mengungkapkan bahwa Amien menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta.

"Saya juga menyerukan kepada masyarakat agar menjaga KPK dari intimidasi oleh sekelompok orang yang menolak tunduk pada penegakan hukum," tegasnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Nasional
Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional
Satgas: Tidak 'Lockdown' Bukan Berarti Pemerintah Terapkan 'Herd Immunity'

Satgas: Tidak "Lockdown" Bukan Berarti Pemerintah Terapkan "Herd Immunity"

Nasional
KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

Nasional
Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Nasional
Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Nasional
KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

Nasional
Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X